PostHeaderIcon Wawan versus Pemerintah

Waktu magrib telah berlalu, saya sedang memperhatikan si bungsu yang sedang bermain, ketika suami memberitahu bahwa ada seseorang diruang tamu menunggu saya.

Saya memandang seorang anak laki-laki yang ada  didepan saya, perlu beberapa saat bagi saya untuk bisa mengingat namanya, sebelum akhirnya saya duduk didekatnya.

Wawan, namanya. Saya berusaha mengingat-ingat kapan terakhir kali saya berjumpa dengannya, bulan Ramadhan setahun yang lalu, ketika saya dan suami mengantar takjil untuk berbuka puasa ke sebuah langgar didaerah padat penduduk di tengah Kota Tenggarong. Rasanya waktu itu dia masih bocah kecil seperti yang sudah saya kenal, menyapa saya sebentar kemudian menghilang kedalam gang disamping langgar.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Tuhing

Jangan memotong kuku dimalam hari, itu kata-kata yang pernah saya dengar dari Almarhum Nenek dan Ibu. Jika ditanya kenapa tidak boleh jawabannya singkat : Tuhing.

Tuhing dalam bahasa Kutai berarti Pamali dalam bahasa Sunda/Betawi (kata Mas Diedien) atau Ora Elok dalam bahasa Jawa (kata mas Noto begitu ). Mungkin ada yang mau menambahkan untuk bahasa daerah yang lain?  Yang pasti Pamali bukan suami dari Bumali  :D  Tuhing mempunyai arti sesuatu yang dilarang untuk dilakukan atau kadang disebut dengan pantangan.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Nama untuk Mereka

Suatu hari seorang teman dikantor bertanya kepada saya, ” kalau Mbak Lyna menyimpan nomor hp suami di hp, memakai nama apa?” . Saya jawab, “Chienta” Jawaban saya langsung mendapat reaksinya, ” Waah romantis sekali, seperti orang masih pacaran aja”. Saya tersenyum, tapi memang begitulah nama yang saya pilih untuk menyimpan nomor hp suami di hp saya.

Saya balik bertanya, ” Kalau Ibu gimana?” Dia menjawab, “….saya simpan dengan nama Bapak” sambil tersenyum dia melanjutkan, “… kadang-kadang tertukar, karena untuk menyimpan no hp Bapak saya (maksudnya ayahnya) memakai nama Bapakku“. Nah lho, malah jadi bingung khan? :)

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Screaming Of Freedom, Gig Pertama.

Love is not just looking into each other’s eyes, but looking outward  together in the same direction

Setiap anak dilahirkan unik dengan kelebihannya sendiri-sendiri. Mereka punya hati dan pikiran yang mungkin sama dengan hati dan pikiran orang-orang dewasa, tetapi mereka punya cara sendiri untuk mengisi ruang hatinya dan mengekspresikan diri.

Anak-anak bisa menjadi “anak nakal” dinilai dari sudut pandang orang dewasa. Tetapi sadarkah kita bahwa “kenakalan” mereka adalah sebuah ekspresi dari apa yang mereka rasakan dan pikirkan, yang mungkin tidak pernah kita sadari, apa dan mengapa.

Kita harus mengajarkan mereka tentang disiplin, tanggungjawab dan nilai-nilai kehidupan, menyuruh mereka giat belajar disekolah, sholat, mengaji atau hal-hal lain tentang nilai sosial, etika dan tata krama. Tetapi jangan lupakan bahwa mereka punya bakat yang unik,  sebuah energi besar yang mewakili dirinya sendiri.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Kembali dari Kegelapan

Setelah lama istirahat total dari segala aktivitas termasuk blogwalking,  Alhamdulillah akhirnya waktu istirahat itu berakhir dan menyempatkan diri untuk jalan-jalan keblog teman tanpa berniat meninggalkan komentar agar mata tidak terlalu lelah.

Malam kemarin saya sempat datang ke blog Teh Desri, mengharu biru hati, air mata saya sempat mengembang basah dipelupuk mata. Sebuah posting yang ditujukan untuk Beranda Hati, “Doa untuk Sahabat”. Begitu banyak yang mendoakan untuk kesembuhan saya dan saya yakin diantara beberapa hal maka doa sahabat  itu telah dikabulkan oleh Allah SWT , yang membuat saya segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula. Terima kasih Teh Desri dan semua sahabat, sungguh saya tidak bisa membalasnya, semoga Allah SWT membalasnya dengan limpahan kasih sayang dan kebaikan dunia akhirat.

Pada hari Kamis 10 Desember 2009 adalah kedua kalinya saya berhadapan dengan pisau operasi.  Yang pertama kali sekitar 9 tahun yang lalu ketika Appendix (usus buntu) harus dipotong.  Walaupun prosesnya sangat berbeda dan pisau operasi yang digunakan dokternya berbeda tetapi tetap saja saya merasakan dua macam rasa. Yang pertama adalah rasa takut dan kedua rasa sakit. Read the rest of this entry »