Belajar Menulis

1

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 13-08-2008

Jalan itu terlihat remang, cahaya pucat rembulan yang menerobos dari celah-celah daun pepohonan tidak sanggup mencapai permukaan jalan. Meski demikian cahaya itu masih bisa memantulkan bayangan butir-butir air yang disisakan oleh hujan ketika malam menjelang.

Udara terasa dingin menusuk tulang, padahal malam masih belum larut. Mungkin karena kabut kelabu yang melayang rendah membawa turun semua kebekuan dilangit. Jarak pandang terbatas karenanya. Ada simpangan pada jalan tetapi tidak jelas terlihat, semakin buram dan akhirnya menjadi gelap pekat. Tidak bisa diketahui ujungnya dan apa yang ada disana.

Bayangan hitam yang lahir dari siluet pohon-pohon ditepi jalan itu bergerak pelan, seperti barisan mahluk-mahluk aneh yang menari dalam gerak lamban dibalik sebuah tirai dengan latar belakang sebuah pelita kecil.

Langkah terasa berat, untuk kembalipun tidak mungkin, jalan dibelakang ternyata lebih gelap.

(Manusia biasa…Gimana yang ini…ketangkap atau nggak suasananya? Need your comment!)

Photobucket
Photobucket

Comments (1)

Dapat leh suasananya, bagust tuh. Kawa dah molah novel. Ndia saya yang jadi marketingnya yo… Awas kalau dikasihkan urang lain… He he he ….

Post a comment