Miskomunikasi

7

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 19-09-2008

Suatu saat terjadi dialog antara orang kaya dari Kota Bangun (nama sebuah kecamatan di Kutai Kartanegara) dengan seorang tukang bangunan dari Kota Blitar. Si Tukang Bangunan telah mendapat order untuk mengerjakan sebuah bangunan yang telah diorder sesuai keinginan yang dikehendaki sang orang kaya Kota Bangun itu, ketika tengah hari, waktu istirahat sang tukang yang terdiri dari beberapa orang dari Kota Blitar, berkata kepada Sang Orang Kaya,

“ Wak Haji kami mau “ laut “ [istilah bahasa Jawa untuk menyatakan “ingin istirahat”].

Didalam hati Wak Haji Kota Bangun berkata, oh mungkin tukang-tukang ini kepanasan dan ingin mandi, karena udara disekitar tengah panas, maka dijawab oleh wak haji, “ Kerja aje “[istilah bahasa Kota Bangun adalah “silahkan saja”].

Sang Tukang Bangunan bingung dan yang ada dipikirannya kenapa begitu, orang mau istirahat kok malah disuruh kerja, sang tukang yang memang dikenal orang sabar, akhirnya mengutarakan keinginannya bahwa rekan-rekan tukang termasuk dirinya ingin “sare” [istilah bahasa Jawa untuk menyatakan “istirahat tidur”].

Kembali Wak Haji Kota Bangun berpikir …… oh mungkin tukang-tukang ini ingin makan kare, dan Wak Haji berpikir bahwa ini bukan warung dan kebetulan tidak masak kare, maka dijawab Pak Haji “ Hais” [istilah bahasa Kota Bangun adalah ”Habis” ].

Sang tukang yang tadinya bingung, mukanya jadi cerah, karena dipikir oleh Kepala Tukang, Wak Haji ini ternyata baik sekali orang ingin istirahat malah mau dikasih makan Ikan Lais [yang memang merupakan ikan khas Sungai Mahakam]. Kemudian Si Kepala Tukang menyampaikan kepada rekan-rekannya, “Wah, Wak Haji baik sekali sehingga kita mau dikasih makan Ikan Lais.

Tetapi tunggu punya punya tunggu sang kepala tukang gelisah sudah hampir 30 menit tidak muncul-muncul ikan lais-nya. Kemudian muncul Wak Haji yang baru selesai Sholat Dhuhur. Sang Kepala Tukang yang polos dan sabar ini akhirnya hanya pasrah, Wah Wak Haji ini tidak memberi makan.

Maka sang tukang yang sudah mulai kehilangan kesabaran, dalam bahasa Indonesia yang baik dan Benar, menegaskan bahwa dirinya ingin “istirahat dan Makan Siang”

Dan Wak Haji pun berpikir „….Oh, mungkin untuk bakal kerja keras“

Maka Dijawab oleh Wak Haji tadi “ Kerja Aje “ untuk menjawab keinginan tukang-tukang tersebut ingin “Istirahat dan Makan Siang”.

Bertambah bingunglah si Kepala Tukang dan didalam hatinya ia berpikir tentang Wak Haji, ……ternyata orang yang sudah naik Haji, kaya, taat sholat ternyata juga tidak ada prikemanusiaan sama sekali, orang ingin istirahat dan makan siang kok malah tetap disuruh malah kerja lagi.

Akhirnya dengan perasaan emosi maka sang Kepala Tukang memutuskan hubungan sepihak PHK alias tidak jadi menerima order Wak Haji tadi

Wak Haji yang memang dikenal dermawan dan baik hati dikampung menjadi bingung setengah mati. Tiba-tiba Tukang sudah mulai kerja ternyata ingin berhenti. Walaupun dikenal sebagai orang yang sabar, tapi kesabaran Wak Haji pun ada batasnya, Wak Haji pun berkata, “….baru kerja setengah hari sudah minta berhenti“

Dan Wak Haji pun berkata dengan tegas “Amun awak endak PHK nyawa, Awak Jua ku PHK Ge“ yang artinya jika kamu ingin mem-PHK saya maka kamu saya PHK juga.

Itulah penggalan cerita fiktif dari Tepian Tebor Kota Bangun, yang memang pantas kita renungkan betapa bahayanya sebuah Miskomunikasi, betapa tidak sebuah potensi hidup yang baik dari pribadi yang baik ternyata berubah menjadi tidak baik gara-gara Miskomunikasi yang seharusnya dapat dikomunikasikan dengan baik. Maka dengan mengambil upaya positif, yang bisa kita jadikan pelajaran betapa pentingnnya sebuah komunikasi yang baik.

Terutama komunikasi bisa dipakai dalam rangka menjembatani sebuah mispersepsi [perbedaan persepsi] yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi konflik persepsi [batin], kemudian berlanjut menjadi konflik sikap dan prilaku akhirnya konflik puncak yaitu kekuatan otot bukan otak lagi.

Dan Perlu beberapa pemahaman terhadap komunikasi yang dikehendaki ;
1. Komunikasi tidak diukur dari jumlahnya, tetapi harus dari kualitasnya. Hal ini yang menyebabkan peranan “ Hati “ untuk tidak dikotori dengan mispersepsi yang pasti bias menimbulkan miskomunikasi. Disini juga harus memberikan makna bahwa jika tidak ada bahan yang dikomunikasikan maka jangan dipaksakan untuk dikomunikasikan, maka nanti malah yang muncul bukan semacam komunikasi tetap bias dan pasti akan menimbulkan miskomunikasi.
2. I’namul Niat-nya berkomunikasi ini untuk berbuat baik bukan berbuat Jelek
3. Setan Jahat yang menjelma menjadi emosi ada didalam tubuh harus anda hilangkan sebelum berkomunikasi jika tidak maka bukan harapan menyelesaikan malah hancur binasa. Maka komunikasi yang ingin disampaikan harus empati sehingga harapan untuk terselesaikannya suatu masalah dapat dengan baik tercapai.
4. Komunikasi membutuhkan sebuah panggung jadi, jadi siapkan waktu, kesempatan, dan lingkungan yang benar-benar baik dengan semua bagian yang anda perlukan untuk anda komunikasikan .

Maka sebelum kita mengkomunikasikan sesuatu pahamilah dua hal logikanya sekaligus pahami pula artinya.

(diambil dari MaTa – Media Tirta Mahakam – Wadah Komunikasi & Introspeksi Etam, by The Chief Of Metaforma Team )

Photobucket

Comments (7)

Salah satu Makna Ramadhan, adalah melatih kita untuk SABAR dan SABAR!Kadang toleransi kita untuk fokus sabar dalam kehidupan sehari2 ini suliiiiiit sekali. Tapi selagi ada waktu untuk belajar sabar kenapa tidak. Ceritanya menarik mbak, saya jadi tahu kesibukan yang sebenar-benar sibuk sebagai bu dokter. Saya lagi flu nih, mendekati Faringistis.

hehehe…salah bawa bahasa gitu jadinya…so…solusi yg baik adalah..BERBAHASA INDONESIALAH YANG BAIK DAN BENAR…wakakakak

To : PakdeInnallahaa ma’asshobiriin.. begitu yaa pakde, Allah bersama orang2 yg sabar. Mari bersabar….Tp pakde, ibu dokter emang sibuk..mana ibu dokternya yaa, (mo pinjam gaya Odie aja..”garuk-garuk kepala” hehehe. Sy doakan cepat sembuh deh flu mendekati Faringitisnya…kacau khan ntar urusan broadcastx…….SABAR dan SABAR! :)

To : Odie70emang salah bahasa…udah salah ya Die,eh masih ngotot aja..Berbahasa Indonesia yang baik dan benar…..Setuujuuuuuu!!! dan sesuai EYD, Ejaan Yg Disempurnakan.Iyah deeeh Bapak Dosen….\m/

kelimaxxxough…bunda, daripada miskomunikasi, mendingan miss universe… apa ngga miss indonesia lah…huehuehue….

wakakak (pinjam ketawanya odie ….)setuju aja daah….hhhmmmmm, Riaaan,bunda curigaa neeh… kamu bayangin apa yaaa? swim suit two piece atw one piecewakakak (masih pinjam ketawa odie)

kalo miss hongkong, yaaaahhh… mikirin swimsuit lah bunda… ga masalah mao berapa pisss kegg…tapi, kalo miss understanding. khan itu adalah nona yang mengerti. pasti pakaiannya sopan bunda. soale dya mengerti norma kesopanan…he..he..he.. << ketawanya nyurian ;)

Post a comment