Hemat Kertas, Selamatkan Hutan
October 9th, 2008 | Author: lynariyanto
Seorang ahli dari University of Maine, bernama Tom Soder melakukan taksiran, diperlukan hampir 24 pohon jenis hardwood yang berdiamater 6 – 8 inci serta tinggi 40 kaki menghasilkan 1 (satu) ton kertas tulis. Nominalnya bisa bervariasi tergantung dari jenis kertas yang dihasilkan dan cara pembuatannya. Jika dibuat perincian lebih lanjut maka hubungan antara jumlah pohon dan banyaknya kertas yang dihasilkan :
• 1 ton kertas tulis membutuhkan 24 pohon
• 1 ton kertas koran menggunakan 12 pohon
• 1 pohon menghasilkan sekitas 8000 kertas photocopy
• Untuk menghasilkan 1 ton kertas berkualitas tinggi maka diperlukan sekitar 15 pohon
• Untuk menhasilkan kertas berkualitas rendah maka diperlukan sebanyak 8 pohon
Dari perhitungan diatas bisa kita bayangkan berapa banyak pohon yang dibabat habis untuk keperluan pembuatan kertas, berapa luas hutan kita yang akan hilang, belum lagi kertas yang dipakai untuk membuat kertas tissue. Tissue tiolet, tissue makan, lap kertas sekali pakai didapur dan banyak lagi.
Jika diambil contoh pemakaian kertas dan berapa pohon yang ditebang untuk keperluan tersebut di kantor saya maka inilah hasilnya :
Asumsinya Kertas HVS F4 70 gsm dengan berat per 1 rim (500 sheets) sebesar 3,5 kg
Jika terdapat 10 divisi dan 24 unit kerja dengan asumsi masing-masing pemakaian kertas minimal perbulan sebanyak 1 rim maka diperlukan kertas sebanyak 34 rim atau 199 kg per bulan. Jika dalam satu tahun dengan asumsi yang sama maka keperluan kertas adalah sebesar 1,428 kg atau 1,43 ton kertas.
Ini berarti dalam satu tahun kantor saya menghabiskan kurang lebih 25 pohon seukuran tiang listik. Bayangkan saja jika untuk keperluan seluruh dunia, berapa pohon yang harus ditebang.
Photo yang ada didalam posting ini saya ambil saat melakukan survey untuk tugas kantor pada tanggal 25 september 2008 (photo diambil tanpa ijin) adalah gambar tumpukan kayu yang akan diolah menjadi bubur kayu pada sebuah perusahaan yang berada ditengah hutan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tumpukan kayu ini menempati lokasi hampir seluas 4 kali lapangan bola, dengan ketinggian tumpukan sekitar 3 meter. Menurut seorang penduduk sekitar, kayu-kayu tersebut diambil dari hutan hasil penanaman yang dilakukan oleh perusahaan sendiri, tetapi menurut sebuah sumber dikatakan bahwa 80% dari bahan baku kertas di Indonesia merupakan kayu curian/illegal.
Belakangan memang ditemukan beberapa bahan alternatif pengganti kayu untuk menjadi bahan baku kertas, diantaranya adalah sejenis alga merah (ptilopora sp), ada juga dari ampas tebu dan bahan-bahan alternatif lain seperti enceng gondok, batang pohon pisang, rumput dan ilalang
Memang kertas yang diolah dari bahan baku alternatif tidak menghasilkan kertas dengan kualitas tinggi tetapi jika untuk keperluan lainnya seperti kertas koran, kertas pembungkus, kardus, tas, dan lain-lain.
Aternatif lainnya adalah melakukan recycle, atau mengolah kertas daur ulang dengan memanfaatkan kertas bekas.
Ada sebuah info yang hebat tentang daur ulang kertas yaitu 1 ton kertas daur ulang menyelamatkan 17 pohon, menghemat 32.00 liter air dan 4200 KWH listrik atau setara dengan rata-rata penggunaan listrik rumah tangga selama 6 bulan dan mampu mengurangi polutan udara sebesar 27 kg. Kereeen khan!!



Hmmm….jangan nebang banyak ta!!!
gilee…. banyak juga ya, korban buat bikin kertas…makanya bunda, selain menghemat, kertas kan bisa didaur ulang juga tuh,…makanya, klo kira2 cuma coret2, lebih baik di komputer ajah ya…wakakakak
itung-itungan yang cukup njlimet, cuma orang2 tertentu aja yang bisa ngitung kayak gitu hehehe….Saya ada ide (tentunya ide gila..) saya akan mengusulkan pada direksi untuk tidak menggunakan kertas lagi di kantor kita ini. Dan kalau perlu kontrak gak usah diprint. tapi dalam bentuk ebook aja (walah sok pinter … hehehe), masalanya saya sering salah kalau ngetik, dan mengakibatkan banyak kertas yg terbuang.Apa aja yang gak perlu pakai kertas:1. Kontrak (Kalau BPKP memeriksa, biar tambah mumet…)2. Undangan (kalau perlu via SMS aja…)3. Pengumuman (diumumkan via corong aja…)4. Surat-menyurat (pakai kertas bekas aja, kalau perlu pakai kertas koran kwk kwk …)5. Disposisi (gak usah pakai kertas, ditulis di tangan aja…)Jadi kita bisa menghemat ratusan ton kertas….
To : DiasBetoool, jangan kebanyakan nebang, minimal 1 banding 4, atau tebang 1 maka harus menanam 4!Thx yaa, dah mampir ke BerandaTo : OdieEmang banyak korban, bukan gak mungkin, suatu saat generasi mendatang cuma bisa tau yang namanya pohon kayu ulin cuma dari photo di internet atau dari museum, atau malah gak tau sama sekali. Setuju dicoret di komputer ajaa…nge-blog ajaaaa…To : NotoHehehehe….ayo kita bikin proposalnya bersama-sama…..Bapak Kepala Ketik ama Bapak Kepala Corong mesti di propokasi tuh mas….Biar mudah realisasinya……….
kami support Go Green…no printing ..
To : Indohotspot.netSenang rasanya ada bisa tersesat di beranda heheheSemoga bisnis nya sukses!!And stand together for the earth!!
Kalau bisa sih jangan cuma dihemat, bila perlu dengan non kertas ( untuk saat ini rasanya tidak mungkin ).
Untuk saat Departemen Kehutanan memiliki program yang baik yaitu one man one tree dan rencananya tahun 2010 dephut mencanangkan bisa menanam 1 milyard pohon.
.-= Indo Hijau´s last blog ..Varanus Bitatawa; Kadal Raksasa yang memiliki dua penis. =-.
Di Kukar juga ikut melaksanakan program 1 orang 1 pohon… mudah2an bisa mengimbangi perusakan hutan yg terjadi akibat tambang dan logging..
nice info mbak..
memang kita harus bisa menyelamatkan alam ya dengan cara menghemat pemakaian sumber daya salah satunya pohon kayu sebagai bahan baku kertas..wah harus hemat kertas ni nulisnya g usah diprint ^^
hahaha saya banget tu mbak..
kalau ngprint modul kuliah saya suka pake kertas bekas..sampe diketawain dosen tapi saya mah cuek aja wong buat dibaca sendiri koq..kan sayang kalau gunain kertas baru ^^