Seorang ahli dari University of Maine, bernama Tom Soder melakukan taksiran, diperlukan hampir 24 pohon jenis hardwood yang berdiamater 6 – 8 inci serta tinggi 40 kaki menghasilkan 1 (satu) ton kertas tulis. Nominalnya bisa bervariasi tergantung dari jenis kertas yang dihasilkan dan cara pembuatannya. Jika dibuat perincian lebih lanjut maka hubungan antara jumlah pohon dan banyaknya kertas yang dihasilkan :


• 1 ton kertas tulis membutuhkan 24 pohon
• 1 ton kertas koran menggunakan 12 pohon
• 1 pohon menghasilkan sekitas 8000 kertas photocopy
• Untuk menghasilkan 1 ton kertas berkualitas tinggi maka diperlukan sekitar 15 pohon
• Untuk menhasilkan kertas berkualitas rendah maka diperlukan sebanyak 8 pohon


Dari perhitungan diatas bisa kita bayangkan berapa banyak pohon yang dibabat habis untuk keperluan pembuatan kertas, berapa luas hutan kita yang akan hilang,  belum lagi kertas yang dipakai untuk membuat kertas tissue. Tissue tiolet, tissue makan, lap kertas sekali pakai didapur dan banyak lagi.



Jika diambil contoh pemakaian kertas dan berapa pohon yang ditebang untuk keperluan tersebut di kantor saya maka inilah hasilnya :

Asumsinya Kertas HVS F4 70 gsm dengan berat per 1 rim (500 sheets) sebesar 3,5 kg

Jika terdapat 10 divisi dan 24 unit kerja dengan asumsi masing-masing pemakaian kertas minimal perbulan sebanyak 1 rim maka diperlukan kertas sebanyak 34 rim atau 199 kg per bulan. Jika dalam satu tahun dengan asumsi yang sama maka keperluan kertas adalah sebesar 1,428 kg atau 1,43 ton kertas.
Ini berarti dalam satu tahun kantor saya menghabiskan kurang lebih 25 pohon seukuran tiang listik. Bayangkan saja jika untuk keperluan seluruh dunia, berapa pohon yang harus ditebang.
Photo yang ada didalam posting ini saya ambil saat melakukan survey untuk tugas kantor pada tanggal 25 september 2008 (photo diambil tanpa ijin) adalah gambar tumpukan kayu yang akan diolah menjadi bubur kayu pada sebuah perusahaan yang berada ditengah hutan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tumpukan kayu ini menempati lokasi hampir seluas 4 kali lapangan bola, dengan ketinggian tumpukan sekitar 3 meter. Menurut seorang penduduk sekitar, kayu-kayu tersebut diambil dari hutan hasil penanaman yang dilakukan oleh perusahaan sendiri, tetapi menurut sebuah sumber dikatakan bahwa 80% dari bahan baku kertas di Indonesia merupakan kayu curian/illegal.
Belakangan memang ditemukan beberapa bahan alternatif pengganti kayu untuk menjadi bahan baku kertas, diantaranya adalah sejenis alga merah (ptilopora sp), ada juga dari ampas tebu dan bahan-bahan alternatif lain seperti enceng gondok, batang pohon pisang, rumput dan ilalang
Memang kertas yang diolah dari bahan baku alternatif tidak menghasilkan kertas dengan kualitas tinggi tetapi jika untuk keperluan lainnya seperti kertas koran, kertas pembungkus, kardus, tas, dan lain-lain.

Aternatif lainnya adalah melakukan recycle, atau mengolah kertas daur ulang dengan memanfaatkan kertas bekas.
Ada sebuah info yang hebat tentang daur ulang kertas yaitu 1 ton kertas daur ulang menyelamatkan 17 pohon, menghemat 32.00 liter air dan 4200 KWH listrik atau setara dengan rata-rata penggunaan listrik rumah tangga selama 6 bulan dan mampu mengurangi polutan udara sebesar 27 kg. Kereeen khan!!