Suatu hari, disaat saya melewatkan me time, seorang sahabat saya berkata, “ Bunda, saya lagi bingung….”, dan saya langsung bertanya,”bingung kenapa?”. Dia menjawab lagi, “ Bingung pilih dia atau dia.”

Ternyata bingung memilih diantara dua orang yang disukainya. Walaupun dijelaskan dengan singkat, tetapi saya mengerti, kedua pilihan masing masing mempunyai konsekuensi. Katanya sih begini, kalau dia pilih yang pertama maka dia munafik dan jika dia pilih yang kedua maka artinya perjuangan panjang.

Saat itu saya jadi ingat sebuah film seri di chanel AXN, judulnya Early Edition, ceritanya tentang seorang pemuda yang setiap pagi saat bangun tidur, selalu didatangi oleh seekor kucing yang membawa sebuah surat khabar, semua yang akan terjadi pada hari itu akan tertulis di surat khabar tersebut dan jadilah dia seseorang yang bisa memprediksikan sebuah kejadian yang belum ada.

Tapi disini tidak ada Sang Kucing dengan surat khabarnya dan juga tidak ada seseorang yang bisa memprediksikan sesuatu yang belum terjadi. Dan curahan hati sahabat saya selama seminggu ini terus terngiang di kepala saya, berdesakan diantara banyak hal yang juga turut membuat sesak isi kepala.

Walaupun menurutnya masih tahap mencari teman spesial, tetapi melihat usianya saat ini, sudah waktunya untuk lebih serius, mencari seseorang yang kelak akan menjadi istri.

Sahabat, manusia mana yang tidak menginginkan mendapat pasangan jiwa, suami atau istri terbaik yang sesuai harapan. Saya sadari saya bukan ahli dalam hukum agama, tetapi ijinkanlah saya untuk menyampaikannya sedikit dari sisi agama. Ada sabda Rasulullah SAW, yang menyebutkan, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Sahabatku, tidak salah apabila memilih diantara “dia dan dia” dengan melihat dari sisi hartanya, latar belakang keluarganya dan juga bagaimana kecantikan fisiknya. Tetapi utamakanlah memilih karena agamanya. Hal ini dikuatkan lagi dengan, “Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Sahabatku, hal ini tentu saja tidak mudah, ukuran sebuah kekayaan, latar belakang keturunan dan kecantikan, demikian pula ukuran keshalehan (agama), jika dijabarkan menjadi sangat luas dan dalam. Ukuran kekayaan tidak mutlak berarti kaya raya, ukuran keturunan tidak hanya karena dia berasal dari keluarga ningrat, terpandang dan terhormat. Kecantikan fisik bukan berarti harus menyerupai Luna Maya, demikian pula tentang agama, apakah hanya dilihat agama berdasrkan pada pemahaman secara umum.

Sahabatku, sayang sekali tidak banyak yang berani saya sampaikan, akan lebih lengkap jika sahabat berkunjung ke sini, untuk lebih lengkapnya. Dan jika berkenan ada banyak buku yang memberikan tuntunan tentang situasi yg sedang dijalani, yang agak ringan misalnya “Berburu Cinta Atas Nama Allah SWT” karangan Muhammad bin Ismail Al-’Umrani atau “Pacaran Islami? Siapa takut” karangan Aisha Chuang.

Sahabatku, ketika harus memilih dan kita berada dalam kebingungan menentukan mana yang terbaik, maka lakukanlah Shalat Istikharah, agar mendapat jawaban atas pilihan yang terbaik atas petunjuk Allah SAW. Insya Allah keraguan yang ada dihati sahabat akan berganti dengan ketenangan serta mendapatkan keyakinan. Dan yakinlah, resiko masalah atas pilihan akan bisa diperkecil.

Berusahalah Sahabatku, jalan masih panjang untukmu, semoga berhasil.