Orang-Orang OPTIMIST

24

Posted by | Posted in My Article | Posted on 12-02-2009

Tidak ada seorangpun didunia ini yang berharap akan berhadapan dengan masalah, semua berharap kehidupan yang dijalaninya akan berjalan mulus sesuai harapan.

Tapi yang namanya hidup, sudah pasti tidak akan lepas dari masalah, ukuran besar kecilnya tergantung cara kita memandangnya. Tergantung berapa besarnya hati yang kita sediakan untuk menampung masalah tersebut.

Mungkin kedengarannya terlalu meremehkan, tetapi ada petuah bijak yang mengatakan bahwa sebuah masalah tidak pernah akan menjadi sangat berat untuk kita rasakan dan hadapi.

Ibarat garam maka masalah itu laksana satu sendok garam. Jika kita campur dengan segelas air yang merupakan perumpaman besarnya hati kita, maka tentu saja air di gelas akan terasa asin.

Tetapi apabila satu sendok garam tadi kita campurkan dengan satu ember air atau satu drum air, maka tentu saja tidak akan terasa apa-apa. Bisa dibayangkan bila hati yang kita punya ternyata seluas samudera?

Setidaknya dari sisi kehidupan yang lain pasti akan menyediakan kebahagian dan kegembiraan. Yang patut kita syukuri selalu.

Demikian pula dengan kesuksesan dan kegagalan, seperti sekeping mata uang yang akan menjadi pilihan, jika tidak sukses maka artinya kegagalan menghadang, demikian pula sebaliknya.

Selalu optimist dalam menjalani kehidupan tentu menjadi salah satu kunci kesuksesan, berada jelas diantara kunci kehidupan yang lain.

Ada banyak kejadian yang bisa menjadi pelajaran berharga, dari beberapa sahabat dan kerabat saya yang saat ini sedang menghadapi masalah. Dari semua kejadian tersebut ada hal penting yang patut digaris bawahi, dari cara mereka menghadapi masalahnya. Sabar dan tetap bersyukur, meskipun masalah yang mereka hadapi teramat berat. Satu hal penting lainnya adalah sikap optimist yang mereka punya. Ketika mereka berada dalam persoalan, tekanan, tantangan, dan tekanan ternyata tetap mampu bersikap Optimis.

Jika dibuat menjadi sebuah teori maka ada dua karakter dasar yang mereka miliki yaitu Karakter Keberanian (Brave) yang dipadukan dengan Karakter Mampu Mempertimbangkan (Consideration), karena keberanian tanpa pertimbangan sama saja dengan Nekat, dan pertimbangan tanpa keberanian artinya adalah Pesimis.

Orang-orang yang Optimist secara sadar mampu memotivasi pikiran dan paradigmanya dengan hal-hal positip dan terus membangunnya untuk membangkitkan semangat dan daya juang.

Orang-orang yang Optimist akan mampu membangun sikap bertanggung jawab dalam menghadapi kesulitan dan tidak lari dari kenyataan, selalu berusaha dan punya kiat positif untuk penyelesaian masalah.

Orang-orang yang Optimist akan terus berusaha menemukan kekuatan, potensi dan kompetensi diri pribadi. Dan mengembangkan keberanian untuk mencoba dan mengambil resiko untuk tujuan dan pencapaian hal-hal baru.

Orang-orang yang Optimist akan terus melatih mentalnya menjadi mental pemenang, pantang menyerah, memandang masalah dan kesulitan sebagai tantangan yang harus diselesaikan

Orang-orang Optimist bukan orang yang angkuh dalam keyakinannya, tetapi selalu belajar dari kegagalan dan kesuksesan orang lain.

Orang-orang Optimist akan punya harapan dan akan mampu mengambil peluang menjadi langkah tindakan untuk mendapatkan solusi. Memersiapkan dirinya secara matang dengan wawasan, inovatif dan selalu kreatif

Orang-orang Optimist biasanya adalah orang-orang yang mempunyai kekayaan spiritual, keyakinan yang kuat tentang sebuah kekuatan maha dahsyat diluar dirinya, yang mampu mengatur kehidupan ini dengan baik.

Orang-orang Optimist adalah orang-orang yang mampu membentengi hatinya dari pikiran-pikiran negatif seperti curiga, prasangka, amarah, dendam, kebencian dan selalu mempunyai jiwa yang lapang dan damai.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk :

Seorang kerabat dekat yang baru saja kehilangan putri tunggalnya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, jumat, 6 Februari 2009

Dua orang sahabat, yang saat ini sedang menghadapi masalah rumah tangga dan menjalani proses divorce.

Seorang sahabat, yang dihadapkan pada masalah keuangan dan krisis kepercayaan karena menjadi korban penipuan.

Seorang sahabat yang menjalani pengobatan karena menderita sakit dan baru saja menjalani operasi salah satu anggota badannya

Dan semua orang yang saat ini telah dengan sabar dan optimist menjalani masalahnya. Yang telah memberikan inspirasi. Semoga selalu diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Amiin.

Photobucket

Comments (24)

Sebuah perenungan yg bagus. Semua problem kehidupan yang mewarnai hari2 kita, mestinya akan membuat kita makin kuat.

Alhamdulillah…harus optimis yaaa…!Hidupyg serba sulit rasanya saat ini…semuanya memang harus punya ‘bekal’ optimis ini utk tetap bisa menjadi lebih baik lagi….!

Pak Johan |Pada setiap kejadian selalu akan tersimpan pelajaran, begitu khan Pak?Ibarat besi yang di tempa, maka insya Allah, masalah yang bisa diambil hikmahnya, maka akan membuat kita semakin kuatThanks, sudah berkunjung ^_^Manggis |Semestinya begitu Dengsanak.Kesulitan hidup jangan sampai membuat kita jadi patah asa. Saling mendoa’kan yaa..Semoga kehidupan kita bisa semakin lebih baik.

saya optimis,.bahwa saya adalah optimis,.dan saya akan menjadi optimis,.(berusaha optimis)...SEMANGAT..

bun..turut prihatin buat kerabat n temen2 bundasalut buat keoptimisannya

hmmm…

semangat….SEMANGAT…..dan tetep SEMANGAT

berasa optimis nih ^^……salam knal yaaa :)

Selalu optimis… makasih ya bunda buat pencerahannya :)

Pengendara|mari optimist!!Nyante Aza Lae|makasih Ito…mereka benar benar telah memberi inspirasi dan motivasi kepada saya..Odie |hmmmm juga…Anak Tenggarong |ayoo semangat…Anakku!!Shie|Salam kenal juga Mbak…Agung Mojosari|Makasih juga Mas…Pencerahan buat kita semua… :)

Mbak Lina, kita tukeran link yuk. Link blog Beranda Hati sudah saya pasang di blogrollnya Bunyu Online. Ditunggu ya link baliknya. Terima kasih.

renungan yg bagusayo kita tetap optimis dalam mengejar cita

Pak johan|link udah terpasang Boss… :) Pak Rozy|mari optimist makasih dah mampir Pak ;)

Bunda, maaf OOT, cuma mau kasih tau kalo bunda dapat Award dari blog sederhana Agung Mojosari ;)

bunda…artikelnya bagus bgt…bikin didien® makin sadar akan semuanya… makasih ya bunda.. *senyum-senyum* – *kedip-kedip mata*

aku harus menjadi org yg optimis kalo aku bisa menjadi manusia yg beriman serta membahagiakan orang lain..amin… ^_^salam silaturrahmi bunda,

maaf bunda baru sempet mampir lagi..lain kali insyaAllah sering² berkunjung, liat keadaan bunda.. ^_^

Agung Mojosari|Waah…award tuk saya ya mas..? makasih yaa… ;) Didien|Saya senang ternyata artikelnya dianggap bagus…:))Boleh ya, ikut optimist, menjadi orang yang beriman dan bisa membahagiakan orang lain.Amiiin Allahuma Amiin.Thanks sudah mampir ^_^

tul tuh bun….Besarin aja tempatnya, biar garamnya ndik terasa. Kalau perlu ditambah gula biar jadi LGG (Larutan Gula Garam) aliar oralit… kik kik kik…Kabur……….

eiit..sebelum ngabur…ta’ jewer dhulu!!

alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..silahkan daftarkan url artikel < HREF="http://ibsn.web.id/list-article" REL="nofollow">disini<>keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat < HREF="http://ibsn.web.id/3rd-ibsn-blog-award" REL="nofollow">disini<>akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^by. komporizer tim : septa :)

bunda, sepertinya saya juga punya penyakit yang sama. kata orang-orang juga karena terlalu lama duduk di depan komputer.terima kasih bunda, artikelnya sangat bermanfaat bagi saya.

Septa|Septa, mau dong, bunda ikutan tim komporizer..boleh ga’??Sukses buat IBSN.Kampung Jawa|Mari sama2 mengurangi kebiasaan buruknya, dan mesti optimist yaa, kita bisa lebih baik. :) Makasih udah sudi mampir ya Mas ^_^

bagus artikelnya..semangat nih…makasih kunjungannya…salam kenal..

Post a comment