Sholu’alan Nabi…Sholu’alan Nabi
Pemenang 4-th IBSN Blog Award telah ditetapkan, yaitu Mas Hendra Fahrul Rozy, pada blog Sebuah Perenungan, dengan tulisan berjudul, IBSN:Mencintai Nabi Muhammad. Untuk dua pemenang lain yang terpilih untuk katagori Favorite Article dan Lucky Blogger bisa dilihat langsung disini.
Membaca posting ini sangat menyentuh hati saya, terasa basah seluruh jiwa dengan himbauan yang menyejukkan. Apalagi pic yang dipasang pada posting ini adalah Masjid Rasulullah, Masjidil Nabawi di Madinah Al Munawaroh.
Tulisan yang mengingkatkan kita tentang Yang Mulia Baginda Rasullulah Salallahu’alaihiwassalaam, sebagai Manusia Sempurna yang seharusnya menjadi contoh tauladan dan idola yang dikagumi, dicintai dan dirindukan dalam kehidupan kita. Bentuk rasa kagum dan kecintaan kepada Rasulullah yang paling mudah kita lakukan adalah dengan menyampaikan Sholawat dan Salam kepada Rasulullah Salallahu’alaihiwassalaam.
Dalam sebuah kesempatan berkomunikasi dengan Pak Rozi, karena saya harus menjalankan tugas saya sebagai anggota Tim IBSN, sempat saya sampaikan bahwa saya mempunyai pengalaman menarik yang berhubungan dengan Sholawat kepada Rasullulah. Dan Pak Rozy meminta saya untuk menceritakan pengalaman tersebut dalam bentuk posting.
Pada posting kali ini saya ingin membagi pengalaman, ketika saya dan suami melaksanakan ibadah haji tiga tahun yang lalu.
Kisahnya dimulai ketika kami berada di Kota Mekkah, saat itu kami telah selesai menjalankan Tawaf Ifadah, setelah sebelumnya melaksanakan Wukuf di Padang Arafah dan Melontar Jumrah di Mina. Tepatnya adalah satu minggu menjelang kepulangan kami ke tanah air.
Karena ada pengumuman dari Ketua Kloter kepada semua jamaah untuk mempersiapkan barang-barang yang ingin dikirim ke Indonesia via kargo swasta dengan tarif yang agak murah.
Suami mengatakan kemungkinan besar kami tidak bisa melaksanakan Shalat Ashar di Masjidil Haram karena penimbangan barang akan dilakukan ba’da Dzuhur.
Walaupun dengan berat hati, karena biasanya setelah Dzuhur di Masjidil Haram, kami pulang untuk makan siang setelah itu kembali lagi ke Masjid sebelum waktu Ashar untuk melaksanakan Ashar dan i’tikaf di Masjidil Haram sampai waktu Maghrib dan Isya. Tapi terpaksa ikhlas, karena jamaah yang banyak dan urusan kargo bisa sampai beberapa jam. Hari itu kami melaksanakan Sholat Ashar disebuah masjid yang berada dekat dengan makhtab kami.
Lima belas menit menjelang waktu Magrib, entah mengapa tiba-tiba hati saya terasa tidak nyaman, saya memandang kepada Suami dan saya tahu kami merasakan hal yang sama. Sisa waktu kami di Kota Mekkah hanya tinggal beberapa hari lagi, sayang sekali rasanya jika tidak melaksanakan sholat di Masjidil Haram, entah kapan kami bisa punya kesempatan lagi untuk kembali ke Mekkah.
Akhirnya saya dan suami sepakat untuk segera berangkat ke Masjidil Haram, walaupun waktu Sholat Maghrib tinggal sedikit lagi. Bersama seorang teman, kami bertiga memilih untuk berangkat memakai taksi, tanpa banyak menawar kepada Pak Supir, setuju biayanya 10 Riyal, termasuk mahal untuk keadaan biasa.
Dengan bahasa Arab sekedarnya saya berkata kepada Bapak Tua yang menjadi supir ”….. Abi, Harom..Maghrabi..Maghrabi” maksudnya agar Pak Supir bisa mengantar kami ke Masjidil Haram dan bisa sampai sebelum tiba waktu Maghrib.
Tapi hanya sekitar beberapa menit, di persimpangan Jabal Al-Ka’bah Street, taksi yang kami tumpangi beriringan dengan sebuah mobil, entah mengapa tiba-tiba mobil tersebut, yang seingat saya adalah sebuah sedan mewah warna silver berhenti tepat disisi kiri depan taksi. Seorang pria berumur 30-an turun dari mobil dan menghampiri Pak Supir.
Pria muda itu berteriak-teriak marah dalam bahasa Arab yang dibalas dengan teriakan juga oleh supir taksi. Saling menunjuk kearah mobil masing-masing dengan penuh emosi. Jalan yang memang padat dengan kendaraan dan pejalan kaki yang sedang menuju masjid semakin macet karena kejadian ini. Sementara kedua orang yang sedang marah itu tidak juga berhenti saling berteriak sampai wajah mereka berdua hanya satu jengkal jaraknya.
Kami bertiga yang berada didalam taksi sangat ketakutan, tidak tahu harus berbuat apa, saya kalut, mengingat waktu maghrib sudah semakin dekat ditambah lagi dengan kejadian seperti itu, didalam hati saya khawatir jika mereka berdua sampai adu jotos dan ditangkap oleh polisi Kota Mekkah, pasti masalahnya akan bertambah rumit.
Dalam kekalutan itu, sambil berdoa dan beristighfar, tiba-tiba saya teringat sesuatu, ketika membaca novel ”Ayat-Ayat Cinta, karangan Habiburrahman El Shirazhi” dituliskan bahwa jika orang-orang arab dalam keadaan marah atau jika ingin melerai mereka yang bertengkar maka ajaklah mereka ber-Sholawat.
Saya yang kebetulan duduk tepat dibelakang Pak Supir, walaupun sangat ketakutan, mendekatkan kepala kearah Pak Supir dan berbisik pelan, ”….Abi…Sholu’alan Nabi, Sholu’alan Nabi” hanya sekali saya mengatakannya, tiba-tiba Pak Supir bersholawat dengan suara keras, kemudian melihat kearah pria yang berada disebelah luar pintu mobil dan menunjuk kearah kami, entah apa yang diucapkannya, tapi kami paham bahwa Pak Supir menjelaskan ingin mengantar kami ke Masjidil Haram.
Seperti disihir, pria muda yang sebelumnya masih berteriak marah dengan wajah memerah, seketika bersholawat sambil meletakkan telapak tangannya ke dada, berusaha meredakan amarahnya, sesaat kemudian wajahnya kelihatan tenang dan akhirnya kembali ke mobilnya.
Kamipun kembali melanjutkan perjalanan, tetapi taksi yang kami tumpangi akhirnya harus berhenti karena jalan yang penuh sesak dengan jamaah haji yang akan berangkat ke Majidil Haram.
Alhamdulilah, hari itu kami bisa melaksanakan sholat maghrib berjamaah mengikuti Imam Masjidil Haram tetapi tidak berada di masjid bahkan tanpa melihat masjid, karena jutaan jamaah haji yang sholat berjamaah mampu membuat shaf-shaf hingga ratusan meter dari halaman luar masjid.
Semoga pengalaman ini bisa berguna bagi kita semua dan semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah Salallahu’alaihiwassalaam, serta terus menghidupkan kebiasaan untuk bersholawat kepada Beliau. Amin Allahuma Amiin.


salam sobat
alhamdulillah mba Lina dan suami akhirnya bisa sholat mahgrib berjamaah di Masjidil Haram, walaupun dapat diluar Masjid,karena jutaan jamaahnya.
sangat bermanfaat,,pengalaman mba LINA,,,
bisa kita petik intinya,harus selalu bershalawat dan menjunjung tinggi Rasulullah SAW..
subhanallah
Allahumma sholli wasallim wabaarik 'ala Sayyidina Muhammad, wa alihi washohbihi ajma'iin..
Semoga kita memperoleh Syafaat Baginda Rasul S.A.W kelak di yaumil qiyamah..
nice posting, anti..Salam saya buat Suami anti dan anak2 ^^
Wah mantab tuh artikelnya. Mari kita buktikan kalau kita cinta kepada Baginda Rosulullah SAW dengan bersholawat.
Ngomong2 hari ini udah berapa kali kita bersholawat?
shalawat jadi mengingatkan kita untuk meredakan emosi, sesuai dengan kesabaran hati yang merupakan tauladan baginda Rasulullah saw. indahnya dunia ini kalau tenang, nggak ada gontok-gontokan.
Pengalaman yang menarik sekali bunda. Makasih sudah share kisah ini. Sepanjang saya membaca kisah ini, saya berpikir: "Kapan saya ke tanah suci?", rejeki ada tapi waktu yang gak ada. Memang belum saatnya ya bunda Lina
.
ya betul, bagi saya sendiri shalawat nabi sering memberikan keajaiban yg bahkan tidak pernah saya duga sedikitpun..
keamrin nyoba komen disini gak bisa
pengalaman yang luar biasa…
Subhanallah…mengahrukan sekali bun pengalaman ibadah hajinya..semoga kelak saya bisa kesana ya bun amin…
apakabar bunda..???
[assalamu'alaikum]
Jalan² kesini mencari ilmu yg bisa di dapat..
semoga bisa bermanfaat kisahnya ya bun..
Semoga tulisannya semakin mencerahkan dan bermanfat bagi pembacanya ya bun…
luar biasaaa…
sukses membuat hati saya bergetarrr
Nura>>
Insya Allah bermanfaat Mbak Nura, semoga demikian
Terima kasih ya
Soewoeng>>
Maha Suci ALLAH
Rozy>>
Sholli wassalim ’alaih
Insya Allah, semoga kita semua menjadi umat yang mendapat syafaat Beliau
Amin Allahuma Amin
Noto>>
Emang mesti dihitung Mas??
Gerrilya>>
Pastinya damai dan tenang ya Mas Ger
Bisa aja diwujudkan..mulai dari diri kita dulu
Yukkks
Jeng Sri>>
Jeng, kalau udah kepikiran begitu, mantapkan niat, apalagi rezeki udah ada
Semoga dipermudah jalan untuk bisa ke sana
Saya berdoa untuk Jeng Sri dan keluarga
Makasih ya Jeng
Cantigi>>
Wahh…mesti diceritain ke kami semua Kang
Biar jadi manfaat…saya tunggu ya Kang
HM Cahyo>>
Apa khabar Pak Ketua
Semoga sehat selalu ya
Opung Chikal>>
Terima kasih Opung atas kunjungannya
Diedien>>
Alhamdulillah saya sehat Mas Didien
Insya Allah, semoga bisa juga ke sana
Kalau Allah berkehendak tidak ada yang mustahil
Apalagi untuk orang-orang yang berusaha
Caride + d-Gadget>>
Terima kasih , semoga bermanfaat
Algistrian>>
Makasih Mas Dokter
Tulisan Anda yg terakhir juga mampu mengetarkan hati saya
Heheh
Hhmmff… Menegangkan !!
ya sebuah tips bagus bu, dengan Shalawat kita bisa membuktikan ternyata amarah sebesar apapun bisa diredam…
Pengalaman spriritual yang tak kan terlupakan,, bu hj.. itu mengingatkan kita semua utk selalu bershalawat kerpada junjunan kita Muhammad Rasulullah SAW.. afwan telah berbagi.. ohya saya juga senang baca AAC malah sampai 3 kali..
pengalamannya mantap nih bunda..
aku jadi kepingin nih
hehehe
halo, saya newbie. salam kenal. kalo ada temen2 yg suka tamiya, boleh mampir ke blog saya, makasiii… ^_^
assalamualaikum…
ah, cik puan ni bise aja, joke terus. but, thanks sudah visit my blog. anyway, ada satu hal yg belum saya boleh cerita pada cik puan. saya lahir di samarinda. saya pun dulu boleh lancar cakap banjar, kutai, melayu. rumah saya di daerah jl. danau melintang, pas di belakang rumah bupati kutai, tapi entah lah bupati tahun brapa tu.
ups, cik puan sudah bikin saya banyak cakap di blog ni. so cik puan, saya tetap asli samarinda, and dah lama tak jumpa friends, visit ke smd-kuker, kangen sangat cik puan.
now, saya nak boleh oprek2 tamiya saje di bdg lah, cari duit disini.
ok cik puan ya, semoga family sehat always, segala urusan boleh cepat lancar. but jangan pula cik puan sebarkan ke blog c ya, cik puan kan baik hati, beautiful and tak sombong, hehehee..
wassalam…
*hapunten nuju lebet karuhun ti melayu*
eh, jangan ketawa ya cik puan, maklumlah newbie
berkunjung…..
pengalaman yang berharga, saat-saat genting tidak semua orang bisa mengambil keputusan tepat.
Omiyan>
Bener sekali Mbak, semestinya bisa begitu.
Terima kasih telah berkunjung, saya menyukai tulisan di blog anda
SaungWeb>
AAC memang hebat. Saya membacanya dari jam 3 sore kemudian selesai sekitar jam 2 pagi. Hanya terpotong dengan mandi, makan, sholat dan urus anak sebentar, heheh.. mulai bab 9 (kalo ga salah..) hingga bab terakhir, air mata saya tumpah hehe menangis semalam dah pokoknya… dan hasilnya, bangun tidur pas besoknya, mata saya bengkak heheh..mantapp..
Oh iya…saya pernah lho..poto bareng Habiburrahman El Shirazi (hehe norak banget yaa saya…) sayang file potonya ada sama temen di kalsel
Yanuar>
Hehe makasih mas, saya paham, situasi kayak sekarang,
mas yan emang perlu ke mekkah, biar jadi tenang lahir bathin..
Yang sabar ya Mas..
Mini4wdfreaks>
Kirain cuma iseng. Weeeit ternyata serius yaa..
Sampai bikin blog, kupas tuntas 4WD
Orang samarinda ya..hehehe, bisa bahasa banjar, kutai dan melayu??
Carangan kita diatas tu makai bahasa melayu urang malaysia dengsanakku
Tapi saya ngerti haja..nya molah nyawa kemak, sebelah mananya jalan danau melintang rumah bupati..nyawa malah mandik tahu hehehe…perasaan gin baru wayah ni maha jalan tu diganti dengan danau melintang…dulu jalan melintang maha namanya
Makaseh banyak dengsanak, dah bedoa kan nyawa ngan keluarga
Mudah mudahan kita sekeluarga dalam keadaan sehat jua, tapi jangan hak muji belebeh tegak tu lehh..supan nyawa ni..hehehe
Rancak-rancak hak berayak ke blog nyawa nya mandik telalu baik nii yooh
Javanesse>
Semua karena Allah, yang menggerakkan setiap keping hati manusia
Makasih Bu..sudah berkunjung
Salam buat keluarga ya
inggih cil ay, kena ulun kesini lagi, kita bekesahan lagi lah..
kunjungan malam bun…hendak bersilaturrahmi…
[assalamu'alaikum]
Gmn kabar bunda dan keluarga?semoga selalu sehat ya bunda…
salam, ^_^
di blog ini byk ilmu yg dapat di ambil, semoga tetap bermanfaat bagi semuanya yabunda…
subhanallah…. jadi terenyuh membacanya. nice posy bun
mudah-mudahan bisa berkesempatan pergi haji juga
salam…
mengharukan sekali…
mudah2an saya juga bisa kesana nantinya…
ada nasheed bagus dari sami yusuf : http://hmc.web.id/2009/10/20/you-came-to-me-sami-yusuf/