Ibuku Perpustakaan Pertamaku

18

Posted by | Posted in My Article | Posted on 19-10-2009

Ketika lewat didepan gedung Badan Perpustakaan Kaltim di Jalan Ir.H. Juanda Samarinda, saya melihat sebuah papan reklame yang bertuliskan kalimat “Ibuku, Perpusatakaan Pertamaku. Pada Iklan layanan masyarakat ini juga ada gambar seorang selebiriti Indonesia, Tantowi Yahya, yang merupakan Duta Baca Indonesia.

Iklan ini merupakan sebagian upaya dari kampanye yang di lakukan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk memberdayakan peran orang tua dan lingkungan rumah dalam mendorong minat baca anak sedini mungkin.

Sebagai seorang Ibu, jujur saya sempat merasa ge-er, kenapa yang dipilih adalah Ibu, bukan Ayah. Khan bisa saja dipakai kalimat Ayahku Perpustakaan Pertamaku. Dipilihnya Ibu sebagai thema kampanye tadi, pastinya dikarenakan peran seorang ibu yang punya porsi lebih besar dalam kehidupan anak. Sejak masih didalam rahim hingga lahir dan seorang anak tumbuh menjadi remaja dan akhirnya dewasa.

Setelah berpikir lebih lama, rasa ge-er hilang, menjadi sebuah ”perpustakaan pertama” untuk anak, adalah tugas menyenangkan dan sekaligus berat yang menuntut tanggung jawab. Apalagi jika saya ingin diri saya ini menjadi sebuah perpustakaan yang menyediakan banyak buku yang menarik, yang bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan, mampu menjawab semua pertanyaan dan menjadi tempat yang paling disukai anak-anak saya.

Membayangkan ibu sebagai perpustakaan pertama, saya ingat ibu saya, perempuan tangguh tetapi lembut hati yang sampai saat ini masih aktif mengajar di sebuah Sekolah Dasar, beliau memang benar-benar telah menjadi perpustakaan pertama bagi saya. Berhubungan dengan kesenangan membaca, maka beliau menjadi contoh, beliau membacakan buku cerita sebelum kami tidur, waktu-waktu luang Beliau selalu dipergunakan untuk membaca, beliau juga menjadi guru mengaji pertama bagi saya dan dulu Beliau menjadi tempat pertama untuk saya bertanya tentang sesuatu

Saya ingat ketika masih kelas 3 SD, saya membaca sebuah buku bergambar tentang Surga dan Neraka. Sepertinya jiwa kanak-kanak saya agak terguncang dengan penjelasan yang ada didalam buku itu, bingung, takut dan sulit memahami. Waktu itu Ibu saya yang menjelaskan dengan baik semua pertanyaan saya tentang Surga dan Neraka

Sekarang ketika saya menjadi seorang ibu dengan dua orang putra berusia 15 tahun dan 5 tahun, sepertinya tantangannya menjadi lebih besar, selain menumbuhkan minat baca mereka, tersedianya media baca yang beragam juga menjadi tantangan, membaca tidak hanya bisa dilakukan dari buku, majalah, koran dan media cetak lainnya, tetapi anak-anak bisa langsung membaca dari media yang lain, seperti internet. Diperlukan perhatian lebih dalam mengawasi dan mengarahkan agar informasi dan semua hal yang dibaca bisa memberikan nilai positip bagi mereka.

Pertanyaan anak-anak saya juga berbeda dengan pertanyaan saya ketika masih kecil dulu. Ega, putra pertama kami, pernah bertanya mengapa orang-orang yang terlibat dalam terorisme selalu orang yang berpenampilan alim, guru mengaji, orang dari pesantren dan istrinya selalu bercadar. Pertanyaan yang sempat membuat saya terdiam dan harus berpikir dahulu sebelum menjawabnya. Agar tidak menimbulkan kebingungan bagi Ega.

Si Adek yang masih sekolah di TK juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengejutkan, ketika dalam sebuah perjalanan, Adek bertanya mengapa matahari mengikuti kita, atau bertanya, mengapa Valentino Rossi bisa menang, mengapa harus ada cewek-cewek cantik membawa payung pada balapan MotoGP dan banyak pertanyaan lain yang rasanya tidak mungkin untuk anak berumur 5 tahun.

Masih ingat khan pada sebuah iklan produk susu untuk anak, dimana anak bertanya kepada ibunya, Tomat itu buah atau sayur, sang ibu hanya tersenyum masam, bingung harus menjawab apa.

Banyak manfaat yang didapat dari membaca, bahkan Rasulullah SAW diawal kerasulannya, menerima wahyu pertama dengan perintah membaca.

Dengan membaca setiap kata demi kata yang ada didalam sebuah buku akan merangsang otak kita untuk bekerja dan tetap aktif, membaca melatih diri kita untuk memusatkan pikiran. Bahkan ada sebuah penelitian yang membuktikan bahwa dengan membaca bisa mencegah kita dari penyakit pikun.

Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni dalam buku fenomenalnya ”La-Tahzan” mengungkapkan manfaat membaca antara lain, bisa menghilangkan keresahan dan kegundahan, menghalagi kita dari kebodohan karena buku memberikan kita banyak ilmu dan pengetahuan, membaca membuat kita sibuk dan menghindarkan kita dari melakukan hal-hal yang tidak penting, membaca juga membuat kita luwes dan fasih dalam bertutur kata.

Semakin jauh saya menulis posting ini, semakin saya menyadari bahwa untuk menjadi perpustakaan yang hebat bagi anak-anak saya, maka saya harus semakin banyak membaca.

Agar saya tidak ragu dan malu untuk berkata : ” Saya adalah perpustakaan pertama bagi anak-anak saya”

Photobucket
Photobucket

Comments (18)

ibuuuuuu.. iluv u full

Wah benol itu buda, bahkan seorang penyair berkata "Ibu adalah madrasah pertama, jika kamu menyiapkannya Maka dia menyiapkan generasi berkarakter baik"

apa khabar ??

Aku jadi ingat ibu,…
karena ibu yang pertama memperkenalkan aku dengan buku….

"Agar saya tidak ragu dan malu untuk berkata : ” Saya adalah perpustakaan pertama bagi anak-anak saya"

Bunda, that's a very nice and wise view of point. Thanks for sharing this bunda ;) .

Peran ibu demikian besar karena anak-anak umumnya lebih dekat dengan ibunya karena berbagai hal. Sudah selayaknya seorang ibu menampilkan citra yang baik bagi anak-anaknya. Siapa yang menyia
kan makanan, siapa yang menyiapkan baju, siapa yang memberikan uang saku, dan lain-lain, tentulah awalnya adalah ibu.
Semoga semua kaum wanita menjadi perpustakaan pertama anak-anaknya.
Salam hangat dari Surabaya.

OOT : Silahkan mengikuti acara Ladies Program di blog saya mbak, ada cinderamata segala lho. Ini undangan sekaligus tantangan ha..ha..ha..ha

woow…tantangan yang menarik, terutama buat saya yg jarang masak :D siappp Pakde…saya ikutan :)

Subhanalloh…betapa peranan ibu sangat besar buat anak-anaknya :)

semoga kita semua bisa selalu berbakti kepada ibunda kita :)

sungguh menyentuh

Ibu adalah sumber inspirasi dan sumber ilmu bagi anaknya..sudah sepantasnya "Ibu merupakan perpustakaan pertamanya"
apakabar bunda..???semoga bunda dan keluarga selalu sehat ya bun..amin

[assalamu'alaikum]

wow wowww wowwww… banyak yang saiia lewatkan ternyata…
emang anaknya paling sering nanya apa bunda?!?!?
uda jd dot kom ternyata bun blognya… makin mantap ajja nii…
saiia baik2 ajja, terimakasih atas perhatiannya, bunda sendiri gmn?!?!

:D udah dot com, dikasih temen
waah klo anak nanya macam2… yang sulung drummer lho dan yang kecil sukanya motoGP dan GNR
klo saya ga papa yg penting masih sholat dan mengaji
Kami semua sehat mas …thx :)

waaaaahhhhh rumah baru…bagus bgt bunda…enak di lihat dan ringan.. :)

:D Makasih Mas Caride, gimana khabarnya?

saiia liad di sini ada 3 postingan nii bun… hueheheheh…
cool… HELL OF JUSTICE PAINTED GREEN MONEY TALKING!!! \M/ YEAHHH!!!

saiia pamit off duluan iia bunda… makasih buat semuanya :)

“…..and justice for all”
(saya tambah ya Mas Gen)
Justice Is Lost,
Justice Is Raped,
Justice Is Gone,
Pulling Your Strings,
Justice Is Done,
Seeking No Truth,
Winning Is All,
Find it So Grim,
So True,
So Real

..benar sekali bunda…apalagi emak ane adalah seorang guru SD yang sangat jarang dimiliki oleh masyarakat betawi di kampung ane..oleh karena itu jasa dan peran beliau sangat berpengaruh terhadap karakter ane…insya Allah ane cuma bisa sedikit membalas kebaikan beliau dengan berharap kepada Allah semoga ane bisa menjadi anak yang sholeh dan bisa berdoa bwt kedua orangtua kita..
..Dan insya Allah tgl 28 Okt emak ama bapak berangkat ke tanah suci..mohon doa restunya ya bunda..

Keep on clicking n start your earnings
BORneobux

Alhamdulillah, semoga Ibadah Haji kedua orang tua bisa lancar, dan diberikan kesehatan serta kesabaran di tanah suci.
Insya Allah apa yang telah anda lakukan untuk orang tua, akan menjadi surga kelak di Yaumil Akhir. Amiin.

sukses buat bisnis nya :)

Wouw,… rumah yang ini keren Bunda.

Terima Kasih Pak Guru,
saya masih harus banyak belajar :)

Selamat sore Bunda, salam kenal….

Met Sore Mbak…salam kenal juga :)

bunda lupa, ada anaknya yang umurnya 24 taon….jiakakakaka….
mari kampanyekan “MARI MEMBACA”

Oke oke
:D maaf Odie,bunda ga lupa ama anak bunda yang 24 tahun. Jangan lupa ya, “……jika perlu, diam dan menghindar”

setuju mbak….anak yang gemar membaca biasanya karena melihat ibunya mengisi waktu luang dengan membaca

trus kalo ibunya suka ngeblog…kira-kira anak2 ntar suka ngeblog ga ya Teh.. :D

Post a comment