Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 31-10-2009
Posting kali ini menurut saya sangat istimewa, karena ingin menjawab tantangan dari Pakde Choliq dalam Ladies Program : Cuisson du poisson et des légumes.
Menurut saya ini rada nekat, jujur saja saya jarang masak, biasanya masak hanya pada hari Sabtu dan Minggu, untuk hari-hari yang lain biasanya menyiapkan masakan yang cepat dan sederhana setelah subuh sebelum berangkat kerja, itupun saya lakukan apabila Si Adek sedang bermasalah nafsu makannya.
Ketika tantangan Pakde Cholik saya terima, kebetulan sekali saya habis memasak makanan berbahan dasar ikan Patin (nama latinnya : Pangasius pangasius Ham.Buch), ikan khas air tawar yang hidup di sungai-sungai besar Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.
Ikan Patin, di daerah saya biasanya digoreng, dibakar dan dimakan dengan sambal buah kueni, dimasak asam atau di masak pindang. Resep makanan Ikan Patin buatan saya ini sebenarnya untuk mensiasati Si Adek yang susah makan. Karena komposisi gizinya cukup, ada ikan patin sumber protein dan ada sayur-sayuran sumber vitamin.
Saya bingung memberikan nama yang unik seperti permintaan Pakde Cholik, pikir punya pikir nama yang saya berikan adalah ’de Qhethary Punk’aziuz. (Ketari dalam bahasa Kutai adalah Pelangi) untuk arti keseluruhan..dikira-kira aja sendiri aja ya Pakde
Bahan yang diperlukan :
500 gram fillet ikan patin, potong-potong sesuai selera
100 gram kentang, kupas potong dadu
100 gram wortel, dibersihkan, potong tipis
100 gram buncis, bersihkan, potong 2 cm
3 biji tomat hijau, belah empat
2 biji tomat merah, belah empat
1 biji cabai merah, belah dua memanjang jangan sampai putus
Bumbu : 2 cm kunyit, 6 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, semuanya diiris tipis dan 2 cm lengkuas, 3 cm serai dimemarkan.
Nah Pakde, sekarang ayo kita masak :
Rebus fillet ikan patin dengan 1250 ml air, hingga ikannya berwarna putih susu, masukkan kentang, wortel dan bahan bumbu, sisihkan dahulu tomat hijau dan merah, tunggu sampai mendidih dan kaldunya berubah warna menjadi kekuningan, biarkan sebentar sambil aduk perlahan, agar ikan tidak hancur.
Jika kentang dan wortel sudah mulai empuk, masukkan buncis, setelah itu masukkan tomat. Kecilkan api, tambahkan garam dan gula secukupnya sesuai selera. Angkat dan hidangkan hangat.

Sayur ini akan terasa nikmat jika terasa pedas, untuk itu bisa ditambahkan cabai merah. Kalau untuk saya, berhubung Si Adek tidak tahan pedas, maka cabai merah saya tinggalkan.
Masakan ini cocok disantap pada saat apa saja, terasa segar disaat suasana panas dan bisa menghangatkan badan disaat cuaca dingin… ini promosi, untuk mempengaruhi Pakde
… Dan yang pasti Si Adek menyukainya. Waktu untuk menyiapkannya juga singkat dan tidak merepotkan, sambil berdandan sebelum ke kantor, pastinya tidak masalah.
Daging ikan patin yang lembut dengan kaldu ikan yang kaya protein tetap terjaga kesegarannya karena bumbu yg digunakan tidak dihaluskan tetapi di iris, ditambah sayuran berwarna-warni, dijamin full vitamin.
Untuk yang berada didaerah pantai pasti sulit mendapatkan Ikan Patin, bisa diganti dengan Ikan Kakap atau Tongkol, saran saya sebaiknya bumbu tidak diiris tetapi dihaluskan, karena tekstur daging lebih keras dan kaldunya yang khas dari ikan laut, bisa berpadu dengan bumbu yang telah dihaluskan.
Selamat mencoba dan menikmati … ‘de Qhethary Punk’aziuz … and have punk!



salam sobat
siip banget resepnya..
saya pingin ikutan mencoba resep mba LINA,,
tapi ikannya ikan kakap saja.
semoga terpilih mba,,di kontes resepnya pakde CHOLIK.
Masakannya dari jauh sudah mengundang selera, dari bau,rasa dan penampilannya.
Saya memang penggemar ikan patin. Ketika dinas di Palembang hobby makan pindang patin. Saya juga bebrapa kali Tenggarongh-Kutai ketika dinas di Balikpapan selama 12 tahun.
Selamat ya nduk, saya catat sebagai peserta dan akan saya tampilkan secepatnya.
Salam hangat dari Surabaya
Blognya sudah saya link di My Friends blog saya.
Thanks
Salam hangat dari Surabaya
kapan² mau dunk bun di masakin patin itu…pasti nyamnyam-nyam-nyam..
pakabar bunda..?semoga akhir pekan yg indah bersama keluarga…amin
[assalamu'alaikum]
sepertinya enak sekali masakan bunda…sayangnya g ada kiriman ke Bandung neh bun..hehehehe
salam, ^_^
ntar di coba ah resep dari bunda…paling² ke asinan hahahahaha *tanda²?*
boleh juga tuh dicoba buat si KK yang susah makan. apalagi bisa disajikan tanpa cabe (si KK anti pedas)…semuga jadi lahap makannya…. salam kenal dari bandung selatan
Salam kenal,Mbak.
terima kasih sudah menyempatkan berkunjung ke blog saya.
oh, ikut meramaikan programnya PakDhe juga ya, Mbak.
Kayaknya segar dan enak tuh ikan patinnya.
boleh dicoba nih utk nambah2in menu di rumah.
Semoga sukses dan berhasil dapat tali asih dr PakDhe,amin.
salam hangat utk keluarga.
salam.
saya pernah liat ikan patin di televisi
katanya gurih dan lezat
wow…bikin ngiler
gambar hasil jadinya..cantik banget. bikin laper nich
hai mba…salam kenal…
wow, segerrr banged kliatannya…yum yummm…kalo dipedesin dan disemin bisa jadi kayak tom yam kali, ya… ikan patin emang enak dagingnya, sayang suamiku ga doyan… kalo masak patin yang makan cuma aku n allegra aja deh…
bisa di coba neh
silahkan Boss…dicoba..ntar sy ikutan icip-icip yah
Waaaah,
hebaaat!!! utap baru pulang skul neehh, LAPER!
nyam-nyami
makan lagi nih
asikkkkk pake sop
hehehehe
Horeeee tambah lagi pesertanya, segera saya upload di Selera Pemberani deh.
Kayaknya sadap banget nich,apalagi ikan patin saya suka sekali je.
Terima kasih nduk.
Salam hangat dari Surabaya
Waduuuuuuuuh, semakin nambah nafsu makan nich. Di Jmbang mudah2an ada ikan patin ya supaya bisa tak coba masak. Ikan patin dagingnya lembut,kalau di pindang rasanya seger banget.
Selamat ya nduk, semoga dapat salah satu tandamata dari pakde he he he
Salam dari Jombang
[...] Lyna (berandahati.com) [...]