Kupat

27

Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article, Tantangan Noto | Posted on 12-11-2009

Baru saja Ramadhan berlalu, kita semua pasti masih ingat apa saja yang telah kita lakukan selama bulan puasa kemarin. Sudah maksimal apa belum ya ibadah kita ?

Bicara tentang bulan puasa pasti tidak lepas dari Hari Raya Idul Fitri, saat paling bahagia bagi setiap muslim, bersilaturahmi, bermaaf-maafan, pulang kampung,  kumpul bareng keluarga dan yang paling disukai pastinya adalah makanan di Hari Raya, apalagi kalau bukan Ketupat.

Saya terima sebuah email dari seorang sejawat, beliau adalah fans berat Koes Plus, sampai-sampai punya blog yang khusus menulis tentang Koes Plus. Bukan soal Koes Ploes yang ingin saya bahas, tapi tentang isi email yang saya terima,  yaitu tentang Ketupat, yang dalam bahasa Jawa disebut Kupat.

Alhamdulillah, saya mendapat ijin untuk membuat posting tentang KUPAT disini, berikut isi suratnya :

MAKNA KUPAT SEBAGAI MENU HARI RAYA IEDUL FITHRI

Adalah Sunan Bonang yang pertama menyampaikan makna berpuasa melalui simbul-simbul budaya Jawa. Beliau mengambil hadits Nabi Muhammmad SAW : ” barang siapa berpuasa di bulan romadhan dengan iman dan penuh kesungguhan (maka) akan diampuni dosanya yang telah lalu” untuk diterjemahkan kedalam bahasa dan pemahaman budaya jawa yang mudah dimengerti oleh masyarakat yang tingkat pengetahuan dan tingkat ekonominya rendah pada waktu itu, sebagai berikut :” Kita harus berpuasa dangan iklas dan kesungguhan agar nantinya dapat menikmati kupat”.

Kupat yang dimaksud Sunan Bonang adalah LAKU SING PAPAT atau empat keadaan yang dianugerahkan kepada mereka yang berpuasa dengan ikhlas dan kesungguhan, yaitu Lebar, Lebur, Luber, Labur.

LEBAR artinya selesai kewajiban berpuasa, LEBUR artinya terhapus semua dosa-dosanya, LUBER artinya melimpah ruah pahala amal-amalnya, LABUR (Jawa: mengecat dengan warna putih) artinya putih bersih.

Kupat dibungkus oleh JANUR (daun kelapa yang masih muda) yang dimaksud JANUR adalah ”SeJAtining NUR” atau cahaya yang sebenarnya yaitu putih bersih tanpa cela. Jatining Nur itulah sejatinya disebut fitrah sehingga barang siapa yang memperoleh jatining Nur berarti telah kembali ke fitrah ( iedul fithri).

Jatining Nur atau hati yang putih-bersih tersebut diperoleh karena semua dosa kita di masa lalu telah dibersihkan dan diampuni Allah SWT. Nah orang yang mendapat ampunan dari segala dosa itu berhak mendapatkan empat keadaan (LAKU SING PAPAT atau KUPAT).

JANUR dan KUPAT dapat kita jadikan bahan refleksi dalam menjalankan kehidupan/tugas di lingkungan kita bekerja. Bagaimana kita bisa memunculkan rasa IKHLAS disaat menjalankan rutinitas yang kita hadapi, dengan tanpa mengharapkan imbalan apapun dan dari siapapun akan menuntun kita berbuat tidak sewenang-wenang, tidak melanggar hak-hak orang lain dengan tindakan korupsi baik korupsi Materi ataupun korupsi Perilaku.

Dengan rasa SUNGGUH-SUNGGUH dalam menjalankan aktivitas, kita akan dituntun menjadi pegawai yang mempunyai integritas, teguh pendirian dan disiplin.

Semoga posting ini bermanfaat bagi semua, terima kasih buat Pak Toto Sugiharta di Tangerang, sukses selalu, Insya Allah tugas kita akan tercatat menjadi  ibadah dihadapan Allah SWT. Amin.

Photobucket

Comments (27)

Pertamaxxx… dulu, baru baca.

premiummmm hihi..

mampir dulu :)
.-= nadia´s last blog ..Kepepet =-.

monggo pinarak :)

salam sobat
aduuhh mba LINA, jadi ingat saat lebaran nich,,,
iya benar juga ya kalau lebar selesai puasanya,,luber berlimpah ruah amal2nya
lebur terhapus dosanya dan labur berarti putih bersih,,kembali suci.
salam kembali untuk keluarga mba LINA tersayang .
.-= NURA´s last blog ..KISAH BLOG NURANURANIKU =-.

salam sayang selalu Mbak..semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT

saya paling suka ini, Bund..
JANUR adalah ”SeJAtining NUR”

sebenarnya filosofi Jawa itu dalem banget ya Bund kalau kita mau cari..
semuanya ngga asal ‘njeplak’.. cuma sayang, oranga Jawanya (termasuk saya) yang suka ngga paham budaya sndiri..^^

nice post, Bund.. ;)
.-= fay´s last blog ..Kebahagiaan itu Bernama Mati Lampu =-.

Benar sekali Mbak Fay sayang.. banyak sekali filosofi Jawa yang bermanfaat untuk kehidupan kita, salah satu yang saya sempat tahu adalah mengapa senjata Keris ditaruh dibelakang badan, bukan diselipkan atau ditaruh didepan, didaerah yang lain juga banyak, termasuk budaya di daerah saya Kutai Kartanegara. Nilai-nilai luhur kehidupan terlihat pada budaya yg lahir sejak jaman nenek moyang kita dahulu.

inget kupat inget lebaran. Ternyata artinya laku sing papat ya
.-= mamah aline´s last blog ..like mother like daughter =-.

:) iya Mbak, saya juga baru tahu setelah membaca tentang itu, semoga bermanfaat ya

bunda apa kabar?
2 hari yang lalu aku kesini
tapi mau komen kok syusyehhhhhh banged

btw tak coba lagi nih ya ;)

sekarang udah ga syusyehhhhh lagi khan Jeng ;) mungkin waktu itu saya lagi utak utik blog..jadi desak-desakan di pintu *halah mencari alasan aja :D

Makna yang luar biasa…klo semua memahami goro-goro yang terjadi akhir2 ini di negeri tercinta ini pasti tidak ada..

:( ini cobaan bagi kita semua, tetapi yakin saja, dibalik kejadian dan kenyataan buruk yg terungkap, Insya Allah akan memberikan hikmah yang baik bagi negara ini. Semoga para pemimpin kita yang salah jalan bisa menyadari kekeliruannya.

hehehe baru tau kalo kupat dari laku sing papat..
alhamdulillah..masih berusaha menyempurnakan ibadah-ibadahku
pakabar bunda..??

[assalamu'alaikum]
.-= Didien´s last blog ..Introspeksilah Bangsaku =-.

Alhamdulillah khabar saya baik mas Didien, saya juga gitu, masih terus belajar dan menyempurnakan ibadah, saling mengingatkan ya Mas..thanks

makan ketupat cuma setahun sekali deh perasaan pas lebaran..tp kalo kupat yg sesungguhnya insyaAllah masih berusaha lebih baik…amin
.-= d-Gadget´s last blog ..Aplikasi Info Gempa untuk BlackBerry GempaLoka =-.

yoi Mas…jangan pernah berhenti jika itu untuk sesuatu yang baik

kunjungan silaturrahmi bun…sekalian mo belajar banyak di rumah bunda.
terimakasih ilmunya bun, kini caride semakin mengerti..
.-= Caride´s last blog ..Layanan Operator atas PonselQWERTY =-.

:D sama-sama masih belajar mas Caride, jangan sungkan untuk membagi ilmu juga ke saya yak ;)

Wah, ternyata kupat itu bukan dari bahasa sunda saja yah ? Di tempat saya (Bandung) tinggal, ketupat pun di sebut dgn kupat.
.-= Nugraha´s last blog ..Cara Merawat Printer HP Laser =-.

hmm penyebutan ketupat untuk bahasa jawa dan Sunda ternyata sama.. kalo bahasa Kutai, ketupat ya ketupat..ga ada nama lainnya, terima kasih telah berkunjung mas Nugraha :)

iya post terakhir di blogspot .. lupa di on kan .. maklum belum biasa di BS… sukanya di WP :D

:D lupa dalam bahasa Jawa disebut Lali ya khan pak ? klo bahasa Kutai, kadang lupa disebut kelupan hehe .. jangan khawatir Pak, nanti juga terbiasa dengan BS, saya juga nih, ada aja yg kelupan, masih belajar WP

saat menikahpun dipasang janur. mungkin maksudnya biar kedua jiwa disattukan dalam keadaan putih bersih tanpa cela, hingga disebut juga menempuh hidup baru dari kehidupan yang sebelumnya..
.-= komuter´s last blog ..jurnal komuter : laporan cuti (VOID) =-.

woww indah sekali maknanya ya Pak, terima kasih sudah memperkaya diskusi ini..menyenangkan sekali :)

baru tau niy sejarahnya kupat…selama ini,apalagi di daerah asalku, kalo lebaran ga ada ketupat ga kerasa lebarannya…dah jadi budaya yang sangat melekat di masyarakat. beda dengan di soreang, yang penting ada “tumis”..salam sayang dari soreang

hmm jadi pengen nikmati tumis bikinan Teteh khas Soreang..pasti yummy .. salam sayang selalu dari Kukar :)

minal aidin wal faidzin bunda.. mohon maaf lahir dan bathin :)
lebaran iia bun?!?!?!
.-= genial´s last blog ..I’m Broken =-.

hehee Mas Gen ada-ada ajah..lebaran emang asyiikk, tapi saling silaturahim dan saling maaf-memaafkan ga mesti nunggu lebaran khan Mas..?!?!?! maaf lahir bathin juga :)

saya kasih tema yahhhh….
“Mengapa Idul Adha musti Menyembelih Hewan Qurban?”
“Mengapa Pakai Hewan”, tidak Pakai Duit misalnya?
“Mengapa untuk berqurban mesti harus berdarah-darah”?

apa gak telat sekali kalau mengucapkan selamat idul fitri;
baru ketemu terus mohon maaf lahir batin; emang kita ini nyadar sebagai mahluk pendosa :)

titp satu komentar dulu; top komentatornya gak ada yaahh?
.-= Kang Nawar´s last blog ..Mystique Theme Dari Digitalnature =-.

wwaahh…dapat tantangan nih… ntar deh dicoba Kang, mesti research dulu biar laporannya bagus :)

ga pernah telat koq klo mau saling memaafkan dan silaturahim .. maaf lahir bathin ya Kang ;)

top komentator nya blm dipasang..kyknya mesti belajar dulu ke Kang Nawar nih…boleh apa boleh??

ini uda lebih pas ko’ bun :)
.-= genial´s last blog ..I’m Broken =-.

iiyaah Mas Gen, udah pas?? mmg manusia suka ga puas yaa..habisnya terinspirasi dengan yang di 9raphic siiehh :D

Oh TUhan…. sungguh artikelmu tentang makna kupat ini tlah membuka hati dan pikiran saya bahwa keikhlasan akan melahirkan banyak karya nyata…

*sis, mengingatkanku pada teman blogger wanita yang aku juluki, wanita multi tasking*
.-= Khairuddin syach´s last blog ..Paid Review =-.

Ikhlas itu indah, ikhlas itu sederhana, rasa ikhlas membuat hati dan pikiran menjadi lapang, ringan dan membahagiakan. Membaca koment Mas Khai, saya jadi sadar juga, betapa banyak hal yang belakangan ini saya anggap berat dan itu merebut rasa syukur atas nikmat Allah..terima kasih Mas..

Wanita Multi Tasking?? waah…siapakah dia?? pasti seorang wanita yang hebat yaa..

saya pas bulan puasa kemarin ga pernah bolong sahur dan buka puasa loh..

salam kenal yah! :mrgreen:
.-= elia bintang.´s last blog ..ini dia… pemenang kopdar tusuk gigi! =-.

ohhh…itu toh asal mula adanya ketupat
baru tau juga saya nih

ternyata ada asal mula tentang ketupat, baru tau juga kalo ntu dari sunan bonang
.-= berita unik´s last blog ..The Real Spiderman from India =-.

pakabar bunda..?? blm apdet, lagi sibuk ya bun..?

[assalamu'alaikum]
.-= Didien™´s last blog ..Jiwaku yang Sakit ?? =-.

berkunjung…..
setiap pagi makan kupat tahu, tapi tidak pakai janur…
.-= javanese´s last blog ..新婚 =-.

terima kasih sudah berkunjung Bu :)

tapi, sampe sekarang ada beberapa adat jawa yang gak selaras dengna Islam. apa karena belum selesai dilaraskan oleh para Wali???

Odie betul, memang ada yg seperti itu, tapi menurut bunda, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk, bukankah kita mempunyai akal budi yang bisa berguna untuk menilai dan menentukan :) .
Tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah semata :)

Thanks Odie

@ tumisnya buat postingan lebaran kali ya…? hanya saja bukan aku yang masak, tapi mamahku tercinta….
.-= Desri Susilawani´s last blog ..Petualang Kecil Jilid 3 =-.

bentar lagi khan lebaran haji Teh…bikin posting tentang tumisan yaah..biar saya nyontek ;;)

ternyata baru tahu artinya kupat itu laku sing papat, taunya makan doang.

sama mbak…saya juga bisanya makan aja :D

wah kempar papat…………..

Post a comment