Suatu hari seorang teman dikantor bertanya kepada saya, ” kalau Mbak Lyna menyimpan nomor hp suami di hp, memakai nama apa?” . Saya jawab, “Chienta” Jawaban saya langsung mendapat reaksinya, ” Waah romantis sekali, seperti orang masih pacaran aja”. Saya tersenyum, tapi memang begitulah nama yang saya pilih untuk menyimpan nomor hp suami di hp saya.

Saya balik bertanya, ” Kalau Ibu gimana?” Dia menjawab, “….saya simpan dengan nama Bapak” sambil tersenyum dia melanjutkan, “… kadang-kadang tertukar, karena untuk menyimpan no hp Bapak saya (maksudnya ayahnya) memakai nama Bapakku“. Nah lho, malah jadi bingung khan? :)

Sepertinya hal sepele, kenapa tidak disimpan saja dengan nama aslinya. Tapi sepertinya kurang nyaman,  bagi saya sendiri, menyimpan nama seseorang di hp, tidak hanya melihat siapa orangnya, tetapi juga berdasarkan kepentingan lain, agar mudah diingat dan mudah dicari disaat diperlukan.

Ketika Egha anak saya punya hp, nomor hp nya saya simpan dengan nama Egha My Love, alasannya jelas, karena Egha istimewa dalam kehidupan saya. Tapi ketika Egha mulai punya banyak nomor (maklum saja anak sekarang sepertinya suka koleksi SimCard ), yang selalu berganti-ganti dipakai, saya akhirnya menyimpan semua nomornya dengan nama Egha1, Egha2, Egha3 dan Egha4. Yang belakangan ini hanya satu saja yang aktif dan sisanya belum juga saya hapus dari daftar phone book. Malah jadi tambah parah khan? :D

Lain lagi untuk menyimpan nomor hp Ibu, saya memberikan nama Bunda Ratu, karena beliau adalah Ibu saya dan menurut saya beliau adalah seorang Ratu dalam keluarga besar kami.

Nomor hp kakak sulung, saya simpan dengan nama Abah karena begitulah anak-anaknya memanggil dan saya merasa beliau seperti pengganti almarhum Bapak saya yang biasa kami panggil Abah.

Nomor hp kakak kedua saya beri nama Papa Adit, karena anaknya bernama Adit, dan untuk kakak ipar saya beri nama Ita Patan, karena namanya Ita dan suaminya bernama Patan.

Ada nomor yang tersimpan dengan nama orang ditambah nama kantor atau nama kota tempat tinggal seperti Maman Dinas PU, Yeni Ekonomi, Sapta PT.MSJ atau Sutrisno Madiun dan  Apnelly Solok.

Seorang teman yang mempunyai anak bernama Febi, menyimpan nomor hp istrinya dengan nama, Boss Febi. Teman saya yang lain menyimpannya dengan nama Bunda Be’ karena putra mereka bernama Nabil yang biasa disingkat dengan Be’.

Pernah suatu kali saya perlu menelpon istri dari teman kantor, yang mengirimkan nomor hp istrinya kepada saya melalui send vcard, ternyata menyimpan nomor hp istri dengan nama Istri. Polos tanpa embel-embel apapun ;)

Adalagi sahabat saya Mas Didien, mengaku menyimpan nomor hp Sang Calon Istri dengan nama Queen….duuuh, indahnya. Tapi berdasarkan pengakuan Mas Didien sebagai narasumber, jika disimpan dengan Nama Queen1 berarti cadangan satu dan jika Queen2 berarti cadangan kedua. Walah-walah Mas…memangnya punya calon istri berapa siih  :-?

Memang alat komunikasi seperti hp makin lama semakin canggih, salah satunya yang paling sederhana adalah kemampuan menyimpan nomor hp, tidak hanya kapasitasnya yang semakin besar , kalau dulu hanya bisa menyimpan di simcard dengan jumlah maksimum 250 nomor, sekarang sudah bisa ribuan bahkan dilengkapi dengan informasi lain seperti poto, telpon rumah, nomor telpon kantor, informasi pribadi, seperti alamat rumah dan kantor, tempat bekerja, nomor rekening, email bahkan link url.

Tapi menurut saya masing-masing orang punya cara sendiri untuk menyimpan sebuah nomor hp milik orang lain di hp nya. Personal touch setiap orang menurut saya sangat berperan.

Tidak hanya untuk no hp orang-orang yang dikenal, dekat dihati dan disayangi, saya berikan nama-nama khusus, tapi untuk nomor yang tidak dikenal dan sedikit mengganggu juga diberi nama khusus, seperti Orang Usil, Orang, Teman, No Name, Orang SMS, Someone bahkan Hantu atau Orang Gila.  Masih tersimpan di hp dan belum juga didelete padahal nomor-nomor itu sudah tidak aktif jika dihubungi. Sentuhan pribadi yang sangat aneh, ya khan? :D

Jika cara saya membuktikan sentuhan pribadi itu memang ada…bagaimana dengan cara Anda?