Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 17-07-2010
Sejak tanggal 11 Juli 2010 yang lalu di Kota Tenggarong dilaksanakan acara Erau. Acara adat budaya yang digelar setiap tahun di Kota Tanggarong. Biasanya acara Erau setiap tahunnya digelar pada bulan September, karena tahun ini bulan Ramadhan 1413 Hijriyah jatuh pada bulan Agustus dan September, maka acara Erau dimajukan di bulan Agustus.
Erau berasal dari bahasa Kutai EROH yang berarti ramai, hilir mudik, bergembira, berpesta ria. Erau dilaksanakan secara adat oleh Kesultanan / Kerabat Kerajaan dengan maksud tertentu dan diikuti oelh seluruh masayarakat umum diwilayah administratif Kesultanan Kutai.
Ada tiga macam pelaksanaan acara adat Erau di Keraton Kutai Kartanegara yaitu :
ERAU TEPONG TAWAR
Merupakan Erau Adat yang dilaksanakan pada waktu tertentu (ditetapkan) berdasarkan keinginan (hajat) terhadap suatu pekerjaan. Dalam pelaksanaan Erau Tepong Tawar ini Raja bergerak bebas, artinya tidak melakukan batasan tertentu yang disebut TUHING
ERAU PELAS TAHUN
Merupakan Erau Adata yangd ilaksanakan sehubungan dengan aktivitas kehidupan rakyat yang bertujuan untuk membersihkan segala macam hal yang menganggu sumber-smber kehidupan di permukaan bumi dalam suatu wilayah Kerajaan
ERAU BEREDAR DI KUTAI
Merupakan Erau Adat yang dilaksanakan dalam rangka pengukuhan, pengangkatan, penabalan dan segala yang berkaitan dengan Ketahtaan di Kerajaan. Dalam Pelaksanaan Erau Beredar Di Kutai ini, Raja melakukan Tuhing yaitu tidak menginjak tanah pada waktu tertentu kecuali diatas kain ALAS BUMI yang dihamparkan ke tempat tujuan.
Erau tahun ini di beri tajuk Erau Adat Pelas 7 Benua, karena pada Erau 2010 ini mempunyai maksud Kesultanan Kutai ingin menyatukan 7 kota/kabupaten yang berada di wilayah administrasi Kesultanan Kutai yang terpisah karena pemekaran wilayah Kabupaten Kutai.
Acara pokok yang dilaksanakan pada setaip acara Erau Adat adalah Menjamu Benua, Mendirikan Ayu, Menyisik Lembu Suana dan Tambak Karang, Beluluh, Bekanjar dan Beganjur, Seluang Mudik, Belian dan Bekenjong, Dewa Memanah, Besaong Manok dan Menjala, Bepelas dan Tepong Tawar, Mengukur Naga dan Blimbur, Merebahkan Ayu, Beburay dan Syukuran.
Acara-acara ini dilakukan oleh Kerabat Keraton Kutai Kartanegara di Keraton Kutai dan di Museum Mulawarman.
Namun tidak hanya upacara adat yang sakral dan hanya bisa disaksikan oleh masyarakat biasa melalui layar lebar yang dipasang diluar Keraton, tetapi yang membuat acara Erau selalu ramai dan menarik untuk disaksikan, karena adanya acara pertunjukan seni budaya, Lomba Olahraga Tradisional, Lomba Seni Tradisi, Festival Kuliner, Expo dan Pasar Rakyat, Pameran dan Seminar Budaya.
Cukup dengan uang seratus rupiah maka masyarakat bisa menikmati jajak (kue-kue) tradisional Kutai yang dijajakan disepanjang Sungai Tenggarong didepan rumah kediaman Sri Sultan
Lomba Behempas Bantal di atas Sungai Mahakam
Masih banyak lagi acara-acara lain yang diadakan selama Erau Adat Pelas 7 Benua 2010. Sebaiknya saya tulis pada posting selanjutnya.
Terima kasih buat Mas Agri Winata yang telah memberikan ijin ekslusif kepada saya sehingga bisa memasang poto-poto indah diatas.











Pertamaxx…….
Kutai Kartanegara memang kaya dengan adat dan budaya yang masih kental dengan nuansa melayu di daerah pinggir pantai dan nuansa dayak pada daerah pedalaman. Sungguh luar biasa kedua budaya itu menyatu dalam sebuah acara yang bernama Erau. Perlu dipromosikan lagi lebih gencar supaya tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang bisa menyaksikan, tapi wisatan dari luar negeri pun memiliki kesempatan yang sama utk mengetahui lebih dalam lagi upacara erau ini. Semoga upacara erau ini bisa menjadi semangat pemersatu budaya dan menjadi ajang penyebar kedamaian.
Waduh….jadi rindu dengan belimbur nih bun….:)
sayang gak bisa pulang ke tenggarong…:(
ditunggu kunjungan baliknya bunda—->ngarep heheh
jadi kepikiran.. Sebentar lagi kan sudah mau lebaran… Apakah erau yang dimaksud sama seperti mudik ?!
saya baru denger acara adat ini, sepertinya bisa dijadikan komoditi budaya dan pariwisata… dan tiket masuk untuk incip2nya adalah Rp 100… WOW!!!
Itu yang lomba perahu cas keren tuh bun.
Walaupun perahunya traditional tapi tetep semangat ! Udah serasa semangat world cup ! hahaha.
kaya sekali budaya indonesia harus di jaga dan lestari semua ini
semoga adat istiadat peninggalan nenek moyang kita akan tetap lestari. Saya yang bukan orang Kutai, turut bangga akan keanekaragaman budaya bangsa kita …
info yang menarik sekali..thx
makasih atas infonya mas, adat istiadat warisan nenek mopyang yang patut kita jaga
makasih infonya,
mas ini link blognya kok seperti link blog yahudi ya?? maaf
Wah, pasti rame banget acaranya ya Bun ?
dilihat dari foto dan cerita Bunda aja udah kebayang rame dan senangnya..
Very nice info….
kami juga baru saja selesai menagdakan Pesta Kesenian Bali 2010.
sunguh kaya bangsa ini…
http://andrysianipar.com
salam kenal mas, wah pasti erau banget ya acaranya….
mas itu jajanan kuenya beneran cuma 100 rupiah?? murah bener
Wow, mengasyikkan kali tu acara. Semoga Kutai semakin jaya!
semoga sukses dan smua bergembira
thank untuk reviewna
jadi tambah wawasan
selamat pagi blogwalking
WOW, cukup dgn Rp.100 saja…?
asik bgt donk…
salam knl ya sobat
wah, aku baru tau nih acara adat sperti ini?
mksh udh nambah ilmu pengetahuanku…
mampir ke blog ku ya…!
Sewaktu Kecil saya sering nonton erau… Yang gak suka kalo disiram-siram ma aer got… yang suka ya rebutan kaen naga yang jadi sisiknya no… Ya sekalian jalan-jalan,, karena waktu itu tinggal di Samarinda… tetapi perasaan sekarang koq tidak semeriah dulu ya????
Sungguh mengagumkan sekali upacara ini. Sebuah tradisi turun temurun yang mengingatkan kita akan sejarah kejayaan kerajaan Kutai di nusantara.
SALAM KEnal, dalam kunjungan balik perdana. Terimakasih sudah berkunjung sebelumnya ke blog sederhana tusuda.
wah banyak bener yaa budaya dan adat yg ada di indonesia yang harus dilestarikan…
acaranya udah selesai pasti ya mbak
hehehe
keren gan, eraunya.
tapi belakangan, erau di bontang nggak ramai! beda sama dulu-lulu!
salam
http://painthink.com/tutorial/photoshop/membuat-wallpaper-fantasi-luar-angkasa-bag-1/comment-page-1/#comment-912