Erau Adat Pelas 7 Benua

23

Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 17-07-2010

Sejak tanggal 11 Juli 2010 yang lalu di Kota Tenggarong dilaksanakan acara Erau.  Acara adat budaya yang digelar setiap tahun di Kota Tanggarong. Biasanya acara Erau setiap tahunnya digelar pada bulan September, karena tahun ini bulan Ramadhan 1413 Hijriyah jatuh pada bulan Agustus dan September, maka acara Erau dimajukan di bulan Agustus.

Erau berasal dari bahasa Kutai EROH yang berarti ramai, hilir mudik, bergembira, berpesta ria. Erau dilaksanakan secara adat oleh Kesultanan / Kerabat Kerajaan dengan maksud tertentu dan diikuti oelh seluruh masayarakat umum diwilayah administratif  Kesultanan Kutai.

Ada tiga macam pelaksanaan acara adat Erau di Keraton Kutai Kartanegara yaitu :

ERAU TEPONG TAWAR

Merupakan Erau Adat yang dilaksanakan pada waktu tertentu (ditetapkan) berdasarkan keinginan (hajat) terhadap suatu pekerjaan. Dalam pelaksanaan Erau Tepong Tawar ini Raja bergerak bebas, artinya tidak melakukan batasan tertentu yang disebut TUHING

ERAU PELAS TAHUN

Merupakan Erau Adata yangd ilaksanakan sehubungan dengan aktivitas kehidupan rakyat yang bertujuan untuk membersihkan segala macam hal yang menganggu sumber-smber kehidupan di permukaan bumi dalam suatu wilayah Kerajaan

ERAU BEREDAR DI KUTAI

Merupakan Erau Adat yang dilaksanakan dalam rangka pengukuhan, pengangkatan, penabalan dan segala yang berkaitan dengan Ketahtaan di Kerajaan. Dalam Pelaksanaan Erau Beredar Di Kutai ini, Raja melakukan Tuhing yaitu tidak menginjak tanah pada waktu tertentu kecuali diatas kain ALAS BUMI yang dihamparkan ke tempat tujuan.

Erau tahun ini di beri tajuk Erau Adat Pelas 7 Benua, karena pada Erau 2010 ini mempunyai maksud Kesultanan Kutai ingin menyatukan 7 kota/kabupaten yang berada di wilayah administrasi Kesultanan Kutai yang terpisah karena pemekaran wilayah Kabupaten Kutai.

Acara pokok yang dilaksanakan pada setaip acara Erau Adat adalah Menjamu Benua, Mendirikan Ayu, Menyisik Lembu Suana dan Tambak Karang, Beluluh, Bekanjar dan Beganjur, Seluang Mudik, Belian dan Bekenjong, Dewa Memanah, Besaong Manok dan Menjala,  Bepelas dan Tepong Tawar, Mengukur Naga dan Blimbur,  Merebahkan Ayu, Beburay dan Syukuran.

Acara-acara ini dilakukan oleh Kerabat Keraton Kutai Kartanegara di Keraton Kutai dan di Museum Mulawarman.

Upacara Menjamu Benua

Upacara Beluluh

Upacara Bepelas

Upacara Merangin Malam

Namun tidak hanya upacara adat yang sakral dan hanya bisa disaksikan oleh masyarakat biasa melalui layar lebar yang dipasang diluar Keraton, tetapi yang membuat acara Erau selalu ramai dan menarik untuk disaksikan, karena adanya acara pertunjukan seni budaya, Lomba Olahraga Tradisional, Lomba Seni Tradisi, Festival Kuliner, Expo dan Pasar Rakyat, Pameran dan Seminar Budaya.

Cukup dengan uang seratus rupiah maka masyarakat bisa menikmati jajak (kue-kue) tradisional Kutai yang dijajakan disepanjang Sungai Tenggarong didepan rumah kediaman Sri Sultan

Lomba Behempas Bantal di atas Sungai Mahakam

Lomba Perahu Ces

Petandingan Behempas

Masih banyak lagi acara-acara lain yang diadakan selama Erau Adat Pelas 7 Benua 2010. Sebaiknya saya tulis pada posting selanjutnya.

Terima kasih buat Mas Agri Winata yang telah memberikan ijin ekslusif kepada saya sehingga bisa memasang poto-poto indah diatas.

Photobucket

Comments (23)

Pertamaxx…….
Kutai Kartanegara memang kaya dengan adat dan budaya yang masih kental dengan nuansa melayu di daerah pinggir pantai dan nuansa dayak pada daerah pedalaman. Sungguh luar biasa kedua budaya itu menyatu dalam sebuah acara yang bernama Erau. Perlu dipromosikan lagi lebih gencar supaya tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang bisa menyaksikan, tapi wisatan dari luar negeri pun memiliki kesempatan yang sama utk mengetahui lebih dalam lagi upacara erau ini. Semoga upacara erau ini bisa menjadi semangat pemersatu budaya dan menjadi ajang penyebar kedamaian.

beberapa tahun yang lalu Pemkab Kukar pernah mengadakan Erau dengan mengundang beberapa Kerajaan di luar negeri.
Setuju sekali Mas Ifan, semoga Erau ini bisa menjadi pemersatu dan penyebar kedamaian… ^^

Waduh….jadi rindu dengan belimbur nih bun….:)
sayang gak bisa pulang ke tenggarong…:(

ditunggu kunjungan baliknya bunda—->ngarep heheh

belimbur dan mengulur naga dilaksanakan besok
pasti rame..dari Loa Janan sampai Mangkurawang pasti basah kuyup
:D

blog baru yaa…okee langsung ke tekape

jadi kepikiran.. Sebentar lagi kan sudah mau lebaran… Apakah erau yang dimaksud sama seperti mudik ?!

:D hehehe sama ga yaa… klo macetnya..ramenya .. dan adanya inflasi gila-gilaan karena sentimen pasar *hallah bahasa apa pula ni*… yang mengakibatkan harga makanan dan minuman di Tenggarong selama Erau jadi melambung.. sepertinya sama deh…

tapi Erau bukan hari besar keagamaan Mas Norland…Erau itu acara adat di Kutai.. Masyarakat di Kutai Kartanegara terbesar adalam pemeluk agama Islam ..

saya baru denger acara adat ini, sepertinya bisa dijadikan komoditi budaya dan pariwisata… dan tiket masuk untuk incip2nya adalah Rp 100… WOW!!!

iya cuma seratus rupiah..sebenarnya bayarnya hanya formalitas saja, karena para penjaja kue itu sudah mendapat biaya untuk membuat dan menjualnya dari Pemda dan mereka juga harus bisa menyediakan perahu *gubang dalam bahasa Kutai* serta memakai pakaian adat Kutai selama berjualan.

Itu yang lomba perahu cas keren tuh bun.
Walaupun perahunya traditional tapi tetep semangat ! Udah serasa semangat world cup ! hahaha.

aslinya..makin keren..asli semangat world cup ^^
dulu alat transportasi masyarakat Kutai ya perahu..awalnya pakai dayung..kemudian pakai mesin..

kaya sekali budaya indonesia harus di jaga dan lestari semua ini

Setuju.. :) Terima kasih

semoga adat istiadat peninggalan nenek moyang kita akan tetap lestari. Saya yang bukan orang Kutai, turut bangga akan keanekaragaman budaya bangsa kita …

terima kasih mas Joe … apresiasi seperti ini yang membuat masyarakat pemilik kebudayaan menjadi bangga dan bersemangat untuk melestarikan kebudayaannya.. semoga kita semua menajdi orang-orang yang bangga dengan budaya daerah

info yang menarik sekali..thx

terima kasih mas :)

makasih atas infonya mas, adat istiadat warisan nenek mopyang yang patut kita jaga

yupz betul sekali …patut dijaga dan dilestarikan :)

makasih infonya,

:)

mas ini link blognya kok seperti link blog yahudi ya?? maaf

Wah maaf juga Mas Hakim…saya kurang paham..linknya Mas Arya Jafarudin seperlinya brokenlink karena salah tulis..kalau saya lihat blog beliau sepertinya bukan yang seperti itu.. :) terima kasih atas perhatiannya

Wah, pasti rame banget acaranya ya Bun ?
dilihat dari foto dan cerita Bunda aja udah kebayang rame dan senangnya..

Betul Mba Rain…lumayan meriah dan menghibur masyarakat :)

Very nice info….
kami juga baru saja selesai menagdakan Pesta Kesenian Bali 2010.
sunguh kaya bangsa ini…

http://andrysianipar.com

Saya sangat kagum dengan kebudayaan Bali .. sangat indah :)

salam kenal mas, wah pasti erau banget ya acaranya….

:D benar Mas Hakim… tapi penyebutannya tidak seperti itu.. yang benar adalah Pasti Eroh banget ya acaranya …salam kenal juga Mas

mas itu jajanan kuenya beneran cuma 100 rupiah?? murah bener

iyaaa…100 rupiah..hanya formalitas saja Mas.. karena penjualnya sudah mendapatkan biaya dari Pemda..ini bagian dari acara yang telah disusun oleh Panitia Pelaksana :)

Wow, mengasyikkan kali tu acara. Semoga Kutai semakin jaya!

Amiin Allahuma Amiin ..itu harapan seluruh masyarakat Kutai Kartenegara Pak… Terima Kasih

semoga sukses dan smua bergembira
thank untuk reviewna
jadi tambah wawasan

selamat pagi blogwalking
:D

sepertinya semua bergembira :D terima kasih Mas Anto

WOW, cukup dgn Rp.100 saja…?
asik bgt donk…

salam knl ya sobat

tahun kemarin malah gratis :) tapi penonton harus punya kupon yang dibagikan secara gratis pula..tahun ini tidak dengan kupon tetapi sebagai formalitas harus menyerahkan uang 100 rupiah untuk sebuah jajak :)

sayang sekali saya tidak punya poto kue nya yaa…

wah, aku baru tau nih acara adat sperti ini?
mksh udh nambah ilmu pengetahuanku…
mampir ke blog ku ya…!

okey langsung ke tekape :D

Sewaktu Kecil saya sering nonton erau… Yang gak suka kalo disiram-siram ma aer got… yang suka ya rebutan kaen naga yang jadi sisiknya no… Ya sekalian jalan-jalan,, karena waktu itu tinggal di Samarinda… tetapi perasaan sekarang koq tidak semeriah dulu ya????

Pernah memang diadakan acara Erau yang terbesar kalau tidak salah tahun 2001 sampai mengundang banyak negara-negara sahabat bahkan dari Eropa. Jika dibandingkan dengan waktu itu memang sedikit kurang meriah, setidaknya dari pelaksanaan Erau tahun ini, target untuk melestarikan kebudayaan Kutai bisa dilakukan, hanya saja jika dikaitkan dengan Visit Indonesia Year 2010 sepertinya belum tercapai, mungkin karena kurangnya promosi dengan target manca negara.

Kita berharap tahun depan pelaksanaan Erau bisa lebih baik dan bisa menarik wisatawan luar negeri, sehingga secara nyata bisa mendukung terhadap program Visit Indonesia Year 2010

Sungguh mengagumkan sekali upacara ini. Sebuah tradisi turun temurun yang mengingatkan kita akan sejarah kejayaan kerajaan Kutai di nusantara.
SALAM KEnal, dalam kunjungan balik perdana. Terimakasih sudah berkunjung sebelumnya ke blog sederhana tusuda.

Terima kasih Mas..atas kunjungannya :)

wah banyak bener yaa budaya dan adat yg ada di indonesia yang harus dilestarikan… :)

acaranya udah selesai pasti ya mbak :P hehehe

hehe sudah ditutup kemarin ..nanti saya buat posting ttg acara penutupan.. :) dan kue harga 100 rupiahnya juga sudah habis ;)

keren gan, eraunya.
tapi belakangan, erau di bontang nggak ramai! beda sama dulu-lulu!
salam
http://painthink.com/tutorial/photoshop/membuat-wallpaper-fantasi-luar-angkasa-bag-1/comment-page-1/#comment-912

Post a comment