Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 19-07-2010
Melanjutkan posting saya sebelumnya tentang acara adat Erau Pelas 7 Benua yang diadakan di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara sejak tanggal 11 sampai 18 Juli 2010. Kemarin dilakukan acara puncak perayaan Erau sekaligus acara penutupan.
Acara penutupan Erau Pelas 7 Benua ini ditandai dengan Upacara Mengulur Naga dan Belimbur.
Replika Sepasang Naga di arak dari Museum Mulawarman ke kapal yang akan membawanya ke Kutai Lama
Dua buah replika Naga diarak dari Museum Mulawarman menuju Kutai Lama yang merupakan ibukota pertama Kerajaan Kutai Kartanegara. Prosesi mengantar replika Naga ini dilakukan dengan menggunakan kapal melalui beberapa kecamatan termasuk Kota Samarinda.
Sang Naga di bawa menuju Kutai Lama
Rombongan pengantar Sepasang Naga dipimpin oleh Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.
Sebelum sampai di Kutai Lama, replika Naga terlebih dahulu singgah ke Kota Samarinda Seberang, acara singgah ini disebut dengan Naga Bekenyawa (Naga beristirahat). Selanjutnya Putra Mahkota di terima oleh masyarakat Kecamatan Samarinda Seberang yang ditandai dengan Upacara Tepong Tawar kepada Putra Mahkota dengan maksud agar perjalanan Putra Mahkota bersama rombongan untuk mengantar Sang Naga ke Kutai Lama berjalan lancar.
Di Kutai Lama replika Naga tersebut kemudian ditenggelamkan di perairan Sungai Mahakam. Ada sebuah keyakinan masyarakat bahwa sisik naga yang terbuat dari kain warna-warni dengan dominasi warna kuning itu serta kain yang menjadi alas Putra Mahkota berjalan naik ke Samarinda Seberang pada saat Naga Bekenyawa, mengandung berkah, sehingga seringkali menjadi rebutan.
Saat Sepasang Naga meninggalkan Kota Tenggarong, Sri Sultan melakukan Upacara Naik Rangga Titi.
Pada upacara ini Sri Sultan memercikkan Air Tuli yang diambil dari perairan sungai Mahakam di daerah Kutai Lama. Upacara ini menandakan bahwa acara Belimbur dimulai.
Seluruh masyarakat mengikutinya dengan melakukan acara saling menyiramkan air dan tidak boleh marah.
Tidak hanya di Kota Tenggarong, tetapi dilakukan hampir disemua tempat yang dilalui oleh rombongan Putra Mahkota dan Sang Naga.
Siapa pun boleh ikut, menyiram atau disiram
Tidak hanya di darat, perang air juga dilakukan di sungai Mahakam
Sekarang disiram tapi peluru air siap untuk ditembakkan
Suasana Belimbur didepan Kantor Bupati Kutai Kartanegara, tidak kalah hebohnya
Ini bukan kerusuhan tapi acara siram-siraman di depan Masjid KH. Muhammad Sajid, dekat rumah kami
Banyak kisah dan kejadian selama Erau Pelas 7 Benua dilaksanakan, semoga agenda budaya ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan mampu melestarikan adat kebudayaan masyarakat Kutai Kartanegara.
Poto-poto dalam posting ini didapatkan dari Mas Agri, Chienta dan dari sini




Seru..dilihat dari fotonya saja, saya merasa ikut terlarut juga dalam suasana saling lempar air, jadi basah deh…tapi hati tetap adem dan damai khan…
Selamat melaksanakan upacara tradisi dengan senang hati.
hello-
wah…main basah basahan neeh…
semoga ini bisa menjadi sebuah produk budaya yang bernilai postif dan memajukan bangsa secara keseluruhan ya….
replika Naga? mungkin telah terjadi pembauran dengan kebudayaan Tionghoa ya?
setahu saya,naga memang sudah menjadi mitos/legenda di dalam kerajaan kutai kartanefara…:)
CMIIW
jadi pengin belimbur…..tapi katanya pas belimbur tenggarong di landa hujan ya bun ?…
bak lyna ikut ekna siram gak nih… curang donk cuma poto2 aja xD
waaahhh..syg bgt saya ga ikutan acara itu..
coba aja ada disana pas acara peluru airrr…paling depan deh keknya hehehehehe…
pakabar bunda?
basah, basah, basah….. hihihi
wah ada yah acara siram siraman gitu hehehe
baru tahu saya ni mbak xixi
makasiih atas sharenya..
Seru memang acara belimbur ini. Saya juga menonton kegiatan ini di TVRI Kaltim. Benar2 heboh meski Tenggarong diguyur hujan sejak pagi hari. Mudah2an belimbur ini tetap menjadi acara yang berkekalan meski arus modernisasi terus menggerus kebudayaan nusantara. Sayang sekali memang saya tidak bisa menyaksikan secara langsung, cuma kakak saya saja sih yang kesana dan merasakan kemeriahan pesta erau ini. Saya berharap semoga di tahun2 berikutnya saya bisa menyaksikannya secara langsung.
wah wah… acaranya yang sangat menarik sekali kawan.. apalagi maen siram2an-nya.. knya seru bgt tuh… pada basah semua itu..
btw. salam kenal kawan..
Ini dia yang saya gak terlalu suka… terkadang ada yang jail,,, pake air got yang ada dideketnya… Semoga acara ini bisa di promosikan ke luar negeri ya sehingga bisa menambah kedatangan wisatawan asing… Saya cukup kagum ketika di Malaysia, hanya acara bazar di sebuah maalll tetapi bisa diagendakan sebagai tujuan wisata tahunan sampai ke luar negeri… Apakah Indonesia juga bisa ya????
dree baru tau loh…. hmmmm….
Budaya nasional memang patut dilestarikan agar tak hilang dimakan jaman.
Nampaknya meriah sekali ya,mbak acaranya.
HAHA
asik juga maen siram2an
bawa ember nih,
mau ikutan nyiram yg punya blog….
byuuuur!!!
hihihi…
belum lama ini saya juga membaca artikel perayaan di pulau ternate. Ada kemiripan menggunakan perahu. Perayaan di Kutai ini meriah sekali.
Betapa kaya budaya negeri kita ya ?
siapapun bole ikut..wah rame sekali ya kalo gt?seruuu
pakabar bunda dan keluarga?
kapan² ajakin saya ke tempat pesta air itu ya bun…hehehhe
salam, ^_^
kebudayaan yg bisa menjadi salah satu daya tarik utk wisatawan ya bun?
semoga saja bisa di pertahankan..amin
lawatan perdana sobat.. wah kayaknya seru nih acara adatnya.
btw salam kenal
kalau dilihat dari fotonya kayaknya seru habis ya…
huft
sangar cuy….
*hmmm
(sayangnya kurang terlalu suka dg pesta2 semacam ini
Asik juga tuh ikutan siram2an, hehe…
Seumur hidup saya baru sekali ke Tenggarong saat perayaan Erau, tepatnya tahun lalu sehari sebelum penutupan, karena memang nggak suka dengan siram2annya itu loh…
Semoga acara seperti ini bisa murni dianggap sebagai budaya ya… nggak sampai menggoyahkan aqidah
mantap nih acara
dari dokumentasinya terekam serunya perayaan erau acara Belimbur… seperti perang air yang menyenangkan ya
wiw.. pasti aseek yak \m/
hahaha… maen air… saya juga mau ikutttt….
waw senang baca artikel ini
salam hangat dari blue
seru ne kayaknya…
keren2,,
membudidayakan budaya
…hmm…padahal deket aja tuh…ane lom pernah sekalipun mengikuti acara Erau yang di Tenggarong….kalo Erau yang di Bontang sih pernah….
Wah seru banget tuh bun siram-siraman kayak gitu, hehehe.
Maaf bun baru dateng lagi kesini.
seru pas belimbur…. klo naek mobil kaca ditutup biar g kena siram^^
linkny juga dah q pasang
belimbur itu apa bun?!??!?! waahhh… sepertinya bunda ngerti banget nii sama kebudayaan satu ini… hebat… apa kabar nii ngomong-ngomong… maaf baru semped mampir lagi
Ya udah pasti Gen,
Kampung halamannya mbak Lyna
Mbak Lyna ikutan juga?
Belimbur? kalau disini artinya bermain air
it was very interesting to read berandahati.com
I want to quote your post in my blog. It can?
And you et an account on Twitter?
I would like to exchange links with your site berandahati.com
Is this possible?