Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 01-08-2010
Semua orang mungkin punya reaksi berbeda ketika menilai sebuah buku. Jika saya berminat pada sebuah buku maka yang akan saya lakukan adalah membaca daftar isinya. Jika buku itu bagus menurut saya maka dari membaca daftar isi saja maka jantung saya akan berdebar-debar karena exciting dan tidak sabar untuk mulai membaca Bab I dan seterusnya.
Teknik menilai buku yang saya gunakan tentu saja jangan dicoba dirumah karena terlalu berbahaya
Sebenarnya paragraf diatas hanya intro, posting saya kali ini adalah untuk menceritakan kembali tentang isi buku cerita yang dikirimkan oleh Kang Usup Supriyadi kepada saya.
Angkong Hantu, sebuah cerita yang ditulis oleh Rudyard Kipling (1867 – 1933) Seorang pengarang yang pernah memperoleh penghargaan Nobel Sastra pada tahun 1907.
Angkong Hantu sebenarnya adalah kisah seseorang yang menceritakan kembali sebuah catatan yang di buat oleh orang lain. Setting waktu yang diambil adalah India ketika masih dijajah oleh Kerajaan Inggris. Ketika banyak bangsawan-bangsawan Inggris yang tinggal di India dan bekerja sebagai birokrat dan profesional disana.
Adalah seseorang didalam kisah tersebut yang menyebut dirinya dengan kata ganti orang pertama “Saya” yang kemudian menceritakan tentang tulisan seorang pria Inggris bernama Pansay.
Pansay terlibat dalam sebuah percintaan dengan Nyonya Agnes Wessington diatas kapal yang membawa mereka berlayar ke Bombay. Walaupun akhirnya mereka berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing, tetapi cinta yang dirasakan oleh Agnes kepada Pansay ternyata lebih besar. Beberapa kali pertemuan mereka membuat Agnes semakin sulit untuk melepaskan diri dari rasa cintanya.
Sementara Pansay pelan-pelan kehilangan rasa cinta dan akhirnya berubah menjadi sebuah kebencian terlebih setelah Pansay bertemu dengan Kitty Mannering.
Agnes berusaha menemui Pansay bahkan mengintai setiap gerak kehidupan Pansay, setiap kali mereka bertemu Agnes selalu berada didalam sebuah angkong berwarna kuning yang ditarik oleh empat orang lelaki berpakaian hitam putih. Menghiba-hiba merayu Pansay agar mau kembali dalam pelukannya. Menghadang Pansay dan Kitty yang sedang menikmati keindahan hubungan cinta mereka yang sudah berlanjut ke pertunangan.
Saat terakhir pertemuan mereka ketika Agnes dengan rambut keemasan dan membawa sapu tangan, menangis menghiba didalam angkong kuning yang ditarik oleh empat laki-laki berbaju hitam putih. ” Kau akan lihat! Suatu hari kita akan kembali menjadi teman baik seperti dulu” Itulah kalimat yang dikatakan Agnes.
Kejadian yang begitu melekat didalam hati dan pikiran Pansay, saat batinnya merasakan bahwa ia seperti seekor anjing yang kejam.
Seminggu kemudian Agnes sakit dan akhirnya meninggal dunia diikuti oleh kematian empat orang lelaki upahan yang menarik angkongnya.
Sejak itu pemandangan terakhir bertemu Agnes selalu datang dan menghantui Pansay selama tiga tahun.
Angkong kuning yang membawa Agnes selalu datang setiap kali Pansay melintas dijalan yang sama, tidak perduli disaat siang hari atau malam, saat sendirian ataupun bersama orang lain, seperti Kitty.
Bayangan angkong kuning itu begitu nyata, tetapi tidak seorangpun yang bisa melihatnya. Pansay seperti orang yang kehilangan akal sehatnya, sampai suatu hari Pansay hampir mati ketika tebing yang berada diatas belokan jalan runtuh bersama hilangnya bayangan angkong kuning itu. Pansay menyadari bahwa Agnes tidak hanya menginginkan perpisahannya dengan Kitty, dengan membuatnya seperti orang gila karena kedatangan agnes dan angkong kuning tetapi juga menginginkan kematiannya.
Akhirnya Kitty meninggalkan Pansay dan sejak saat itu Pansay harus dirawat oleh seorang dokter bernama Heatherlegh. Dan sejak itu orang-orang menyebut Pansay sebagai orang gila. namun Pansay tidak pernah berubah, ia tetap menjumpai teman-temannya, berkuda berkeliling kota sepuasnya seperti biasa.
Dan angkong hantu itu tetap ada, terkadang Pansay merasa ketakutan tetapi terkadang juga dia merasa merindukan kehadiran Agnes dan angkongnya. Terkadang mereka berjalan bersisian Pansay mengendarai kudanya dan mereka saling bercakap-cakap ditengah lalu lintas jalan di kota Simla itu.
Cerita ini diakhiri dengan akhir tulisan Pansay yang menyatakan menyesali kekejaman yang dilakukannya terhadap Agnes, berbaring tiada berdaya diatas tempat tidur ditemai oleh Dokter hetherlegh.
Pansay memikirkan semua kemungkinan setelah kematian datang, apakah dia akan mencintai Agnes kembali dialam baka. Atau akan terus hidup dalam teror hantu selamanya.
******************************
Saya teringat sms yang saya kirim ke Kang Usup, jika kita pandai mengambil hikmah dan pelajaran yang ingin disampaikan oleh pengarang didalam bukunya, maka semua buku pastilah berharga.
Angkong Hantu adalah sebuah cerita yang memberikan pesan moral tentang nilai-nilai kehidupan, kesetiaan dan bagaimana semestinya cinta harus bisa saling memuliakan. Serta keharusan untuk bisa keluar dari masa lalu dan rasa bersalah agar bisa menjalani hidup lebih positip.
Dibalut dalam tata bahasa yang khas dari masa lampau (saya ingat buku-buku pengarang besar yang pernah saya baca pada masa saya SMP) membuat bagian – bagian horor saat Pansay diteror oleh kedatangan angkong sepertinya tidak terlalu menggigit.
Walaupun dikisahkan sebagai seorang laki-laki dengan karakter cenderung lemah namun Rudyard Kipling menurut saya memiliki rasa humor tinggi, hal ini terlihat ketika Pansay (yang sudah dalam kondisi terganggu jiwanya) ternyata masih bisa berpikir, berapakah upah yang diberikan Agnes untuk empat orang penarik angkongnya dialam hantu.





Komen pertamax-kah?….
Buku yg menarik ternyata… jadi penasaran mau baca nih…
Judulnya nyeleneh,… ANGKONG HANTU’
terima kasih telah berbagi
preview bukunya bagus
salam kenal ya..
saya suka novel… apapun jenisnya…
dari judulnya membuat hati orang
menjadi penasaran
mmhh…bolelah untuk dibaca tuh..
ijin nyimakk..
kenapa dengan hanya ‘membaca daftar isi saja maka jantung saya akan berdebar-debar karena exciting dan tidak sabar untuk mulai membaca Bab I dan seterusnya…’ malah gag disarankan utk dilakuin di rumah bun…!?!?!?!?
..

Apa kabar Bunda Lyna..?
..
Kisah cintanya kok terkesan tragis ya..
Saya lebih suka cerita yang happy ending Bun..
..
Tapi saya salut sama penulisnya, di jaman dulu udah bisa bikin karya sastra yang fenomenal..
..
Salam saya..
..
Wah, mengerikan sekali ceritanya. Yang dapat saya petik pelajaran pada cerita ini adalah janganlah mencintai sesuatu secara membabi buta kecuali hanya karena Allah SWT semata. Mencintai sesuatu yang membabi buta thd sesuatu yang fana di dunia konsekuensinya adalah harus siap menderita apabila cinta itu tidak berbalas.
kayaknya keren juga tu cerita….. ngeri2 romantis…..
ada penghianatan cinta juga, ga pantes dicontoh……
ternyata begitu yah kisahnya mbak..hmmm…
Oo..ternyata angkong itu seperti becak..kayak di film kungfu ya.
Ceritanya cukup seru juga, tentang romantika misterius. Makasi ulasannya.
Senangnya ada yang berbagi novel, judul lain sharing juga ya mba,
waw….keren…
bikin penasaran banget judulnya
*plus sereeem
baca novel seperti ini bikin nggak mau berenti,
pasti buat penasaran
belum pernah baca mbak,
ini dia yg dree tunggu2….
bagus yak ceritanya…. agak mistis dikit bikin seru…
wah, bunda piawai juga ya jadi “kritikus sastra”
nice share… ^^
malam,kawanku
boleh blue di kritikin dong postingan bluenya.heheheh
salam hangat dari blue
saya ijin membaca ya resume angkong hantu nya..
penasaran sama isinya sepertinya sangat menarik
ternyata begitu yah kisahnya mbak..
Wah.. boleh baca lagi nieh…
Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan 1413 H, ijinkan saya memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya jika ada salah dan khilaf..
Marhaban Yaa Ramadhan…..
Salam Kenal dariku, artikel menarik
Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin
>_<
makaish yah mbak dah berbagi
pesannya bagus sekali
udah lama mas saya ngga baca novel..
jadi kangen juga seperti dulu seharian ngerampungin sebuah novel..
samapi mata perih,,,
Kayaknya menarik untuk dibaca…namun bukan termasuk buku favorit, apalagi jika akhirnya sedih….dan hantu.
“Ketika Pansay (yang sudah dalam kondisi terganggu jiwanya) ternyata masih bisa berpikir, berapakah upah yang diberikan Agnes untuk empat orang penarik angkongnya dialam hantu.”
Hehehe…. emang hantu doyan uang?
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx