Monster Dalam Hati Manusia

30

Posted by | Posted in My Article | Posted on 08-01-2011

Sekitar lima tahun yang lalu, ketika rehat makan siang, seorang sahabat lama yang datang bertandang menemui saya.

Dalam pertemuan itu dia sempat berkata “…..ada monster dalam setiap diri manusia”. Monster yang bersembunyi disudut hati dan terkadang tidak pernah diketahui kehadirannya.

Tidak seperti biasanya, kalimat tadi tidak pernah terurai menjadi diskusi untuk kami bahas. Saya hanya bisa diam tanpa komentar dan memandang pada mata sahabat saya yang saat itu terlihat menerawang, diantara kepulan asap rokok yang dihisapnya.

Hari ini, saya teringat kembali kepada perkataan sahabat saya itu. Monster dalam diri manusia. Membawa saya dalam sebuah perenungan walau hanya sesaat. Saya teringat juga cerita tentang monster yang memangsa dirinya sendiri, dalam sebuah buku karangan Danah Zohar dan Ian Marshall, “Spiritual Capital”.

Tentang dongeng Ovid dalam mitologi Yunani yaitu mengenai seorang saudagar kayu yang kaya raya bernama Erisycthon. Saudagar ini amat rakus dan hanya berpikir tentang keuntungan.

Disebutkan bahwa ditanah Erisycthon terdapat sebuah pohon istimewa yang dicintai para dewa. Doa-doa kaum beriman diikatkan pada cabang-cabangnya yang amat banyak dan ruh-ruh suci menari disekitar batang pohonnya yang indah.

Tetapi Erisycthon tidak melihat sedikitpun keistimewaan pada pohon itu. Yang ada didalam kepalanya adalah berapa banyak kayu yang akan didapatnya dari pohon tersebut, kemudian ia mengambil kampak dan menebang pohon itu.

Semua orang yang melihat kejadian tersebut tentu saja protes, tetapi Erisycthon tidak perduli, ia terus saja menebang sehingga pohon itu mongering dan tumbang. Sehingga kehidupan illahiah pohon itu pun menghilang.

Namun, salah satu dewa mengutuk Erisycthon atas keserakahannya. Sejak hari itu, Erisycthon didera rasa lapar yang tidak pernah ada puasnya. Ia mulai dengan memakan semua persediaan makanannya, kemudian ia tukar semua kekayaannya dengan makanan yang bisa ia makan. Tetap tak terpuaskan, ia memakan istri dan anak-anaknya.

Akhirnya, Erisycthon tidak mempunyai apa-apa lagi yang bisa dimakan selain tubuhnya sendiri. Erisycthon memakan dirinya.

Dongeng Ovid dari mitologi Yunani tentang Erisycthon, adalah contoh manusia yang tidak lagi menyimpan monster didalam dirinya tetapi benar-benar telah menjadi monster sebenarnya, unsur manusianya telah hilang dan sang monster lah yang akhirnya menguasai sang saudagar. Erisycthon mungkin mempunyai salah satu dari banyak monster yang berdiam dalam diri, tetapi tidak mampu menguasainya, sehingga monster dalam dirinya lah yang mengambil alih seluruh hati dan pikirannya.

Monster yang dimaksudkan oleh sahabat saya bukan monster dalam arti sebenarnya, tetapi merupakan lambang atau bahasa kiasan tentang sifat-sifat buruk yang bersarang didalam hati manusia. Amarah, rasa iri, kebencian, dendam, serakah, tamak, putus asa dan banyak lagi sifat dan situasi hati dan pikiran dengan konotasi negative yang bergelut didalam kehidupan manusia.

Monster-monster itu bersarang didalam batin manusia terkadang tidak terlihat dan diketahui kehadirannya. Setiap saat ia bisa saja muncul dan memperlihatkan wujudnya. Jika sang manusia tidak bisa melawan kemunculannya maka monster itu akan akan menjadi semakin kuat dan bahkan akan mengalahkan serta mengasai manusia.

Tetapi benarkan hanya sifat-sifat negative yang bisa menjadi monster dari dalam diri manusia? Pertanyaan ini mengema didalam otak saya, memaksa saya untuk berpikir secara jujur dan mengakuinya sebagai suatu kebenaran yang harus dibuka. Jika kita mau mengakuinya maka tidak hanya sifat negative yang mampu menjelma menjadi monster mengerikan. Betapa banyak sesuatu yang kita anggap baik bisa menguasai diri kita tanpa bisa kita kendalikan.

Hal yang paling dekat dengan diri kita sebagai manusia, hakekat kehidupan manusia di bumi yaitu rasa cinta dan kasih sayang. Bagaimana jika rasa cinta dan kasih sayang itu tumbuh berlebihan, orang tua tidak akan pernah bisa menerima anak-anaknya menjadi tumbuh dewasa dan mandiri. Cinta yang berlebihan juga akan membuahkan sikap possessive, melindungi terlalu berlebihan sehingga sama dengan pengekangan. Cinta kepada pekerjaan yang berlebihan. Cinta kepada dunia, jabatan, harta. Cinta mampu merubah seseorang menjadi pembunuh karena dikuasai perasaan cemburu. Ternyata cinta yang juga ada didalam hati manusia mampu menjelma menjadi monster yang menakutkan.

Terus bagaimana dengan yang lain? Kesimpulannya adalah apa saja yang dirasakan dan dilakukan secara berlebihan maka itu akan berubah menjadi monster mengerikan. Siap melahap apa saja. Mungkin inilah yang ingin dikatakan oleh sahabat saya, lima tahun yang lalu.

Photobucket

Comments (30)

Ada!!! Ane meyakini ada monster dalam diri ane bund,,, tapi kadang ane menyukainya,,,
Seperti api, tentu ada air yang membuat keadaan seimbang, nah menurut ane, memang “harus” ada monster dalam diri kita. Kenapa? agar kita tau, mana baik, mana buruk,,,
“Serius Mode On”

tinggal gimana mengendalikan monsternya aja sih,,,biar gak memangsa diri sendiri,,,hehehe
“sepertinya ane pertamax”

yupz Odie pertamaxx..jangan sampai dikuasai sifat2 buruk begitulah intinya… :)

Buku referensinya bagus bu :)

Ya, monster dalam diri kita memang tak kasat mata. Kalau bisa dibilang, itu adalah cerminan dari nafsu-nafsu negatif. Amarah, dengki, iri… terutama iri dan dengki, ini sangat merusak mental, karena menjauhkan kita dari kata syukur.

Paragraf terakhir membuat saya berfikir, ternyata kasih sayang pun bisa menjelma mnjadi monster bila berlebihan. Ya ya, itu logis. Hmm, memang semua yg serba berkelebihan itu tidak baik. Betul?

Salam :)

kalau mau jujur .. cinta kasih yang membuta akhirnya jadi sesuatu yg tidak baik.. :) terima kasih Mas

blue suka postingan ini
dan semoga blue bukan monsetr spam y…ehheheh
salam hangat dari blue

aahh..engkau bukan monster blue…engkau adalah sahabat baikku :)
salam :)

bener mbk, intinya kita harus selalu menjaga hati agar tak terkotori dg hal2 negatif. Hati itu sumber segala hal. Dari hati, mk timbul tindakan. jd, jagalah hati,jgn kau kotori,jagalah hati lentera hdp ini!

makasih, tulisannya keren mbk, wit jd pengen baca bukunya. salam sobat

silahkan dibaca bukunya..bagus banget.. I Promised :)

semua yang ada pada diri kita, di sekeliling kita akan berubah menjadi monster…TErgantung kebijakan hati kita.

tergantung kita mengatur dan menguasainya :)

lalu yg semestinya adalah.. cinta alakadarnya? seperti itukah yang dimaksud?? hehehe… tentunya juga bukan kan mbak :)

ga ada orang yg mau dicintai alakadarnya heheh…saya tau Anda bercanda..mungkin yg paling tepat adalah mencintai dengan tulus..menerima dengan apa adanya..Mencintai karena Allah..cemburu karena Allah..dan akhirnya melepaskan cinta dengan keyakinan bahwa itu adalah bagiand ari ketentuan Allah.. :)

Memang kadang sulit mengendalikan monster yang bersemayam pada diri kita masing2. Sewaktu kita berusaha untuk melepaskannya, ia terus mengikat kita dengan kesenangan2 semu. Perlu kerja keras dan usaha yang nyata untuk melepaskan belenggu monster tsb. Dan cara yang ampuh itu adalah kembali ke jalan Nya serta menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanya fana dan sewaktu-waktu bisa hancur kapan saja

Setuju Mas Ifan…kembali kepada keyakinan kepada Allah…semua bisa diambilnya kembali..kapanpun..jika sudah begitu..saya yakin tidak akan ada kemungkaran

nnng….
gimana kita bisa tau monster apa yang tinggal di dalam diri kita? nggak semua orang sadar kan kalo di dalam dirinya ada monster?

mbak veera sayang… monster ini hanya kiasan atau sebuah perumpamaan bagi sifat2 buruk yang selalu ada dihati manusia, sifat buruk ini akan timbul jika kita tidak bisa menguasai diri..

iya…hehe,aku tau kok ;p
tapi kan ga semua orang sadar sama dirinya sendiri?
kadang orang lain lebih tahu tentang kita…

kadang hati kita selalu dipengaruhi kejahatan
itui berarti ada kekuatan batil yang bertarung
semoga kejahatan hati kita bisa dikalahkan kebenaran
salam sukses..

sedj

Amiin…semoga ..makasih Pak :)

Karena itulah terkadang kita melihat seseorang yang biasanya terkendali, tiba2 menjadi beringas…
Karena bibit monster ada dalam dirinya :)

iyaa..kalau saya monsternya keluar ketika lagi ngomel ke anak…hihi …monster cerewet :D

Mbak, komenku ketangkap si Aki :(

Tim evakuasi telah menyelamatkan komeng nya hehe.. maaf ya Kak..

thx kawan
terus semangat y
salam hangat dari blue

thanks blue…salam manis :)

ego.. when i go down, you go down with me.. ego..

That’s exactly right .. in short description..thank you Mas Gen :)

Cerita menarik. Saya baru dengar.

:) Terima kasih

Aku gak ngek dengan cerita wayang dari yunani ini, namun yang jelas dalammdiri masnusia memang ada dua monster. Monster putih serta monster hitam, sekarang tergantung dari diri kita sendiri. Mau yang putih atau yang hitam :???:

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Terima kasih untuk tambahannya…salam hangat juga.. :)

monster?

semoga aku bisa mengandalikan monsterku ya… he he he

siapp…pasti bisa !! :)

kalau melihat gambar kartun diatas saya langsung teringat dengan cerita kartun itu .. menarik sekali.

mereka itu dua monster yang baik hati… saya juga suka filmnya Monster.Inc :)

saiia akhir2 nii sering berfikir kalau saiia tu sebenernya uda di kuasai sama keserakahan saiia sendiri yg di aku atau tidak ini sungguh memalukan.. loh ko’ curhat?!?!? hehehe.. jadi makin tersadar setelah beberapa kali membacanya nii bun :( walau action tuk lepas dari itu masih sulit :(

menurut saya hal yang paling baik adalah ketika kita menyadari dan mau mengakuinya…setidaknya mengakui pada diri sendiri…. selamat berjuang :)

Dalam hati manusia, dari sananya sudah disertakan monster, sekarang tinggal kita menata simonster, apakah kita yang menjadi tuannya atau dia yang membudaki kita :D

ayoo kita pilih menjadi Tuan yang Baik :)

wah, postingan yg keren mbk!
aku setuju, segala sesuatu yg berlebihan dan tidak bisa dikendalikan akan menjadi monster bagi diri sendiri….

maka dari itu belajar untuk mengendalikan diri sejak dini :)
salam!

sebuah ajakan yang sangat baik :) terima kasih Mbak Ipah

setiap manusia ada monster (setan) yang selalu menggodanya untuk berbuat jahat

karena itu waspadalah kata bang napi :D

waspadalah…waspadalah!!!

dua sifat buruk dan baik ada pada setiap manusia namun ia akan bergantung kepada manusia sendiri mana yang lebih dikembangkan

Yang paling susah adalah mengalahkan monster yang ada dalam hati kita

salam

Betul Mas… perlu kebersihan hati untuk mengalahkannya :)

bagus sekali daya ingat ibu yang satu ini, hehe…lima tahun yang lalu masih terngiang…
salam

kebetulan saja Bli..kebetulan teringat.. :) salam manis

[...] respon terakhir dari tulisan saya sebelumnya adalah dari Mas Ari dari blog Tunsa, begini katanya : bagus sekali daya ingat ibu [...]

baru denger mitologi yunani yg itu mbak,lucu juga,patut diceritakan kembali hehehe :)

Monggo Mas…biar afdol..coba deh baca bukunya langsung :)

ya memang benar mba di setiap manusia ada monster.. tp sebaliknya jg pasti ada malaikat…
tergantung kita pribadi mau memenangkan siapa.. monster atau malaikat hehehe

saya akan memilih malaikat..walaupun pasti berat yaa.. :)

kadang masih susah bwt saya ngendalikan monster buruk yg tiba2 brtamu ke hati, tlng advice nya… trims a lot sblmnya

klo ada monster dalam diri kita mungkin ga kita digerogoti?mslhnya namanya monster pasti bayangan kita gede trus berbahaya …ya ga sih?

iyaa..dalam hal ini memang kata “monster” dimaksudkan adalah semua sifat buruk yg ada dalam diri manusia..

Post a comment