Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 11-12-2011
Tadi malam sekitar jam 22.00 wita peristiwa Gerhana Bulan kembali terjadi. Saya menyaksikannya bersama adik dan keponakan di teras rumah kami.
Cuaca memang tidak terlalu cerah apalagi sore sebelumnya turun hujan, tetapi citra rembulan malam tadi terlihat cukup jelas.
Proses tahap demi tahap rembulan tertutup bisa disaksikan dengan jelas. Sedikit demi sedikit bulan tertutup bayangan hitam yang sebenarnya Bumi tempat kita berpijak yang menutupi, sehingga cahaya matahari tidak bisa lagi memantul ke permukaan Bulan.
Sayang sekali kamera Nikon 3000 ditangan saya tidak bisa mengabadikan moment indah ini. Karena tidak didukung dengan lensa tele yang memadai, tidak punya tripod. Apalagi tahunya cuma klak-klik saja.
Saat memandikan Sajid pagi tadi saya terkejut dengan apa yang dibicarakannya. Tadi malam Matahari berkelahi dengan Bulan. Makanya Bulan jadi berwarna hitam. Dengan gayanya yang lucu Sajid bergaya karena bulan jagoan makanya Bulan bisa menang melawan Matahari.
Ketika saya tanya, ternyata cerita itu didengarnya dari Kaik (kakek) disebelah rumah. Ini tentu versi baru tentang cerita Gerhana Bulan. Dahulu sewaktu kanak-kanak, saya membaca dari buku cerita rakyat, Gerhana Bulan terjadi karena ada raksasa yang menelan rembulan, karena itu orang-orang kampung akan memukul peralatan dapur, alu dan lesung untuk menakut-nakuti sang raksasa, sehingga melepaskan kembali rembulan.
Cerita yang begitu hidup dalam imajinasi kanak-kanak saya, bagaimana seorang raksana dengan tubuh besarnya, mata melotot, rambutnya yang kotor panjang mencengkram rembulan atau matahari kemudian menelannya.
Tapi setelah SD dijelaskan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bahwa Gerhana Bulan ataupun Gerhana Matahari terjadi karena posisi Matahari, Bumi dan Bulan berada dalam satu garis lurus.
Ketika Sajid putra bungsu saya bertanya apakah benar tadi malam Bulan berkelahi melawan Matahari? Saya hanya tertawa dan berkata ” Nanti Adek akan tahu benar atau tidak, karena nanti ada pelajaran tentang Gerhana di sekolah?
Biarlah gambaran perkelahian Bulan dan Matahari hidup sejenak didalam dunia imajinasi kanak-kanaknya seperti saya dulu.





alhamdulillah, sudah selesai gerhana di akhir tahun masehi itu.
sholat gerhana dimana bu?
cerita anak2 jaman dulu ya seperti itu…. seru sebenarnya, tapi itu bikin anak kecil jadi takut kadang.
tapi sayang tadi malem aku gak sempat liat ini gerhana. kapan yah ada gerhana lagi….
Salam kenal yach mbak dari loewyi.
Saya juga yg termasuk kurang beruntung semalam. Entah krn polusi, entah memang mendung, langit rata saja tuh gelapnya
takbir iringi Gerhana Bulan Total
saya jarang lihat gerhana bulan… malahan dulu sering melihat fenomena halo
mungkin karena halo terjadi siang hari kali ya…hehe
salam kenal ya, mbak
Biyuh, aku malah gak ngerti lek onok gerhana mambengi. Dasar katrok gak pernah ngerti berita.
nice share mba…
hehe… kalo orang jawa emang nyebutnya bulan dimakan buto….
nice info
visit me http://blog.umy.ac.id/willywonka/