Archive for the ‘My Article’ Category

Penchox Grechex

Saturday, March 6th, 2010

Tanggal 22 Februari 2010 yang lalu Pakde Cholik datang berkunjung ke Beranda Hati, membawa undangan untuk mengikuti Ladies Program Rujak Antar Nusa.

Dapat undangan dari pakde Cholik pastinya bikin senang dan bangga. Menjadi sebuah kehormatan untuk bisa mempersembahkan rujak buatan saya untuk Pakde Cholik.

Di Kutai Kartanegara, rujak disebut sebagai Pencok. Jika di daerah lain ada rujak yang menggunakan bahan-bahan selain buah seperti tahu, kangkung, mie, tauge atau kerupuk. Maka Pencok di Kutai Kartanegara yang aslinya hanya berisi buah-buahan saja dan yang pasti ditambah bumbu gula merah.

Ini dia rujak yang saya siapkan buat Pakdhe Cholik. Saya beri nama Penchox Grechex, namanya diambil dari bahasa Kutai yang artinya Rujak Cantik.

Namanya maksa banget ya Dhe ..? ;)  Yang penting Pakdhe Cholik senang….

pencok82

Bahan-bahan yang diperlukan :

Nanas  1 biji (ukuran sedang)

Belimbing Manis  6 biji

Kedondong 4 biji

Jambu Air 6 biji

Bengkoang 4 biji

Ketimun 1 biji

Mangga Muda 1 biji

Pepaya setengah matang 1 biji

Untuk bahan bahan bumbu yang dihaluskan :

Gula Merah 1/2 kg, Cabe Rawit 5 biji,  Garam 1 sendok teh, Terasi & Asam Jawa secukupnya dan Air 5 sendok makan.

Cara membuatnya :

Kupas dan cuci bersih semua buah, potong-potong sesuai selera dan sajikan bersama bumbu yang sudah dihaluskan.

Demikian  Pakdhe cara membuatnya, biasanya bumbu rujak untuk orang Kutai tidak pakai tambahan kacang goreng.

Dulu Dhe..saya pernah diberitahu kalau memotong buah untuk Pencok ada caranya yang benar, karena makannya tidak pakai sendok, agar ketika buah di cocolkan ke bumbu dan kemudian dimasukkan ke mulut, bumbu tidak jatuh. Tapi kali ini saya ingin Pencok buat Pakdhe Cholik dipotong dadu seperti penyajian Salad Buah.

pencok6

Oh iya… sebelum Pakdhe mencobanya, ijinkan dulu saya mengucapkan terimakasih untuk suami tercinta karena sudah membantu membuat poto Penchox Grechex ini. Hitung-hitung belajar ilmu photograpy  :D

Nah sekarang… Selamat menikmati ya Dhe..  :)

Tips Merawat Kulit Selama Kehamilan

Thursday, February 18th, 2010

Posting kali ini sebenarnya terinspirasi dari tulisan Mas Ridwan, tentang tanda-tanda yang tersisa pada kulit perut setelah seorang ibu melahirkan.

Jadi ingin berbagi tentang bagaimana merawat kulit perut selama kehamilan agar setelah melahirkan, kulit perut ibu bisa tetap mulus seperti sedia kala.

Saat kehamilan adalah saat yang paling membahagiakan bagi seorang ibu, menantikan kehadiran sang buah hati membuat kehidupan mengalami perubahan. Selama kehamilan sang ibu juga mengalami banyak perubahan, karena faktor perubahan hormon, seperti perubahan mood dan juga perubahan pada tubuh. (more…)

Tuhing

Friday, January 22nd, 2010

Jangan memotong kuku dimalam hari, itu kata-kata yang pernah saya dengar dari Almarhum Nenek dan Ibu. Jika ditanya kenapa tidak boleh jawabannya singkat : Tuhing.

Tuhing dalam bahasa Kutai berarti Pamali dalam bahasa Sunda/Betawi (kata Mas Diedien) atau Ora Elok dalam bahasa Jawa (kata mas Noto begitu ). Mungkin ada yang mau menambahkan untuk bahasa daerah yang lain?  Yang pasti Pamali bukan suami dari Bumali  :D  Tuhing mempunyai arti sesuatu yang dilarang untuk dilakukan atau kadang disebut dengan pantangan.

(more…)

Nama untuk Mereka

Wednesday, January 13th, 2010

Suatu hari seorang teman dikantor bertanya kepada saya, ” kalau Mbak Lyna menyimpan nomor hp suami di hp, memakai nama apa?” . Saya jawab, “Chienta” Jawaban saya langsung mendapat reaksinya, ” Waah romantis sekali, seperti orang masih pacaran aja”. Saya tersenyum, tapi memang begitulah nama yang saya pilih untuk menyimpan nomor hp suami di hp saya.

Saya balik bertanya, ” Kalau Ibu gimana?” Dia menjawab, “….saya simpan dengan nama Bapak” sambil tersenyum dia melanjutkan, “… kadang-kadang tertukar, karena untuk menyimpan no hp Bapak saya (maksudnya ayahnya) memakai nama Bapakku“. Nah lho, malah jadi bingung khan? :)

(more…)

Screaming Of Freedom, Gig Pertama.

Tuesday, January 5th, 2010

Love is not just looking into each other’s eyes, but looking outward  together in the same direction

Setiap anak dilahirkan unik dengan kelebihannya sendiri-sendiri. Mereka punya hati dan pikiran yang mungkin sama dengan hati dan pikiran orang-orang dewasa, tetapi mereka punya cara sendiri untuk mengisi ruang hatinya dan mengekspresikan diri.

Anak-anak bisa menjadi “anak nakal” dinilai dari sudut pandang orang dewasa. Tetapi sadarkah kita bahwa “kenakalan” mereka adalah sebuah ekspresi dari apa yang mereka rasakan dan pikirkan, yang mungkin tidak pernah kita sadari, apa dan mengapa.

Kita harus mengajarkan mereka tentang disiplin, tanggungjawab dan nilai-nilai kehidupan, menyuruh mereka giat belajar disekolah, sholat, mengaji atau hal-hal lain tentang nilai sosial, etika dan tata krama. Tetapi jangan lupakan bahwa mereka punya bakat yang unik,  sebuah energi besar yang mewakili dirinya sendiri.

(more…)