Archive for the ‘My Feature’ Category

Wawan versus Pemerintah

Wednesday, February 3rd, 2010

Waktu magrib telah berlalu, saya sedang memperhatikan si bungsu yang sedang bermain, ketika suami memberitahu bahwa ada seseorang diruang tamu menunggu saya.

Saya memandang seorang anak laki-laki yang ada  didepan saya, perlu beberapa saat bagi saya untuk bisa mengingat namanya, sebelum akhirnya saya duduk didekatnya.

Wawan, namanya. Saya berusaha mengingat-ingat kapan terakhir kali saya berjumpa dengannya, bulan Ramadhan setahun yang lalu, ketika saya dan suami mengantar takjil untuk berbuka puasa ke sebuah langgar didaerah padat penduduk di tengah Kota Tenggarong. Rasanya waktu itu dia masih bocah kecil seperti yang sudah saya kenal, menyapa saya sebentar kemudian menghilang kedalam gang disamping langgar.

(more…)

Duka Kami Untuk Tanah Gadang

Thursday, October 1st, 2009

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid : 22)

Kami sekeluarga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk Saudara-Saudara kita yang menjadi korban gempa di Sumatera Barat. (more…)

Award dari Sahabat

Sunday, February 22nd, 2009

Hari rabu, 18 Februari 2009, seharian tidak bisa menjenguk Beranda Hati, karena harus tugas lapangan. Survey lapangan untuk membuat record calon pelanggan dan melakukan pemetaan jaringan pipa baru di daerah hulu Mahakam. Tergolong survey berat karena tracknya sulit dan harus ditempuh dengan kendaraan roda dua, dibawah cuaca panas plus jalan-jalan berlumpur, yang artinya harus jalan kaki sambil mendorong motor yang sekali sekali amblas.

Tapi biarpun badan masih lelah, malamnya tetap saja masih diusahakan untuk buka Beranda Hati. Dan surprise manis saya temukan, ada koment dari Mas Agung Mojosari, katanya ada sebuah award sederhana buat saya. Hati langsung seneng, dan langsung berangkat ke TKP. Ternyata tidak hanya award yang saya terima tapi juga PR, mula-mula sih saya pikir PR nya gampang, harus menjawab pertanyaan mengenai tujuh hal yang membuat saya tersenyum setiap hati. Tapi sudah lewat 4 hari PR nya belum bisa saya kerjakan.

Meskipun banyak hal yang membuat saya tersenyum, tapi ketika diminta untuk menuliskannya ternyata tidak mudah. “ Mas Agung, Awardnya nggak sederhana, buktinya baru empat hari bisa diselesaikan”.

Dan hari ini, berbekal semangat, tekad dan selalu berdoa agar sukses, maka PR nya akan diselesaikan. Ini dia jawabannya:

1. Saya akan tersenyum jika ada yang tersenyum kepada saya,karena tidak mungkin saya balas dengan timpukan

2. Saya tersenyum setiap kali memandang wajah dan mendengar celoteh si Adek, Mahattir Kecil kami.

3. Saya akan tersenyum, ketika melihat Mas Ega main drums, saya jadi lupa dengan kenakalannnya dan setidaknya obsesi masa kecil saya, encemigin bisa main drums bisa terwujud meskipun melewati anak.

4. Senyum GR tanpa malu-malu akan saya berikan jika Ayank memuji saya, meskipun dengan sedikit curiga ……. lovepasti ada maunya.

5. Saya pasti tersenyum kalau saya menimbang badan ternyata berat badan saya turun, meskipun hanya setengah kilo:ayuk:
6. Saya tersenyum setiap kali membaca komentar-komentar yang ditulis oleh sahabat-sahabat Beranda Hati.

7. Saya akan tersenyum jika mengingat semua hal yang membuat saya tersenyum.

Kalau dipikir-pikir lagi ternyata masih banyak hal yang membuat saya tersenyum dan tidak bisa saya sebutkan semuanya disini.

Dan sesuai perintah, maka THE SMILE STONE AWARD ini akan saya persembahkan untuk Sahabat Beranda Hati dan yang terpilih adalah :

- Manusia Biasa

- Yoyo Pe Blog

- Mentari

Akhirnya PR bisa saya selesaikan, Allhamdulillah….sengihnampakgigi

Mengukur Kepribadian

Friday, December 26th, 2008

Awalnya bermaksud buka email, dilanjutkan blogwalking, baca sana sini, sampai akhirnya ketemu tentang test personality, iseng-iseng saya mencobanya, dan hasilnya walaupun tidak jauh dari kenyataan tapi tetap saja hasilnya mengejutkan. Mau tahu hasilnya?

Engaged Idealist (EI)

Engaged Idealists are extroverted and helpful. Others find them to be very congenial and inspiring – especially as they are always willing to see the best in the other person. Their humour, their energy and their optimism attract other people. Engaged Idealists are very good at communicating and are good at convincing and firing on others. That is why it is a matter of course that they often take over the leading role in groups. This personality type often produces very charismatic persons.

Engaged Idealists have an unusually strong ability to empathise. They are tolerant and generous towards others; they sometimes tend to idealise their friends. They always try to suit everybody and want their relationships to be harmonious and satisfactory. To achieve this, they are prepared to invest a great deal and to put their requirements last. As Engaged Idealists are very considerate, there is the danger of them sacrificing and overexerting themselves for others. In their job, they therefore have to be very careful not to develop a burnout syndrome.

Engaged Idealists are reliable, well organised and love structuring complicated situations. They have difficulty accepting criticism; they quickly feel hurt and misunderstood. Their perfectionism also influences their love life – they look for the perfect relationship for life. Once they have made their decision, they are faithful, well-balanced and loving partners. However, should they get involved with the wrong person, it can happen that they allow themselves to be exploited for a long time before they end the relationship.

Adjectives which describe your type
extroverted, theoretical, emotional, planning, idealistic, committed, likable, enthusiastic, responsible, helpful, loyal, diplomatic, friendly, inspiring, caring, solicitous, optimistic, effusive, adaptable, communicative, articulate, convincing, energetic, optimistic, open, vulnerable

Anda ingin mencobanya dan mengetahui bagaimana kepribadian anda sebenarnya, bisa mencoba di sini: http://www.ipersonic.com

Memilih Pasangan Jiwa

Thursday, December 18th, 2008

Suatu hari, disaat saya melewatkan me time, seorang sahabat saya berkata, “ Bunda, saya lagi bingung….”, dan saya langsung bertanya,”bingung kenapa?”. Dia menjawab lagi, “ Bingung pilih dia atau dia.”

Ternyata bingung memilih diantara dua orang yang disukainya. Walaupun dijelaskan dengan singkat, tetapi saya mengerti, kedua pilihan masing masing mempunyai konsekuensi. Katanya sih begini, kalau dia pilih yang pertama maka dia munafik dan jika dia pilih yang kedua maka artinya perjuangan panjang.

Saat itu saya jadi ingat sebuah film seri di chanel AXN, judulnya Early Edition, ceritanya tentang seorang pemuda yang setiap pagi saat bangun tidur, selalu didatangi oleh seekor kucing yang membawa sebuah surat khabar, semua yang akan terjadi pada hari itu akan tertulis di surat khabar tersebut dan jadilah dia seseorang yang bisa memprediksikan sebuah kejadian yang belum ada.

Tapi disini tidak ada Sang Kucing dengan surat khabarnya dan juga tidak ada seseorang yang bisa memprediksikan sesuatu yang belum terjadi. Dan curahan hati sahabat saya selama seminggu ini terus terngiang di kepala saya, berdesakan diantara banyak hal yang juga turut membuat sesak isi kepala.

Walaupun menurutnya masih tahap mencari teman spesial, tetapi melihat usianya saat ini, sudah waktunya untuk lebih serius, mencari seseorang yang kelak akan menjadi istri.

Sahabat, manusia mana yang tidak menginginkan mendapat pasangan jiwa, suami atau istri terbaik yang sesuai harapan. Saya sadari saya bukan ahli dalam hukum agama, tetapi ijinkanlah saya untuk menyampaikannya sedikit dari sisi agama. Ada sabda Rasulullah SAW, yang menyebutkan, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Sahabatku, tidak salah apabila memilih diantara “dia dan dia” dengan melihat dari sisi hartanya, latar belakang keluarganya dan juga bagaimana kecantikan fisiknya. Tetapi utamakanlah memilih karena agamanya. Hal ini dikuatkan lagi dengan, “Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Sahabatku, hal ini tentu saja tidak mudah, ukuran sebuah kekayaan, latar belakang keturunan dan kecantikan, demikian pula ukuran keshalehan (agama), jika dijabarkan menjadi sangat luas dan dalam. Ukuran kekayaan tidak mutlak berarti kaya raya, ukuran keturunan tidak hanya karena dia berasal dari keluarga ningrat, terpandang dan terhormat. Kecantikan fisik bukan berarti harus menyerupai Luna Maya, demikian pula tentang agama, apakah hanya dilihat agama berdasrkan pada pemahaman secara umum.

Sahabatku, sayang sekali tidak banyak yang berani saya sampaikan, akan lebih lengkap jika sahabat berkunjung ke sini, untuk lebih lengkapnya. Dan jika berkenan ada banyak buku yang memberikan tuntunan tentang situasi yg sedang dijalani, yang agak ringan misalnya “Berburu Cinta Atas Nama Allah SWT” karangan Muhammad bin Ismail Al-’Umrani atau “Pacaran Islami? Siapa takut” karangan Aisha Chuang.

Sahabatku, ketika harus memilih dan kita berada dalam kebingungan menentukan mana yang terbaik, maka lakukanlah Shalat Istikharah, agar mendapat jawaban atas pilihan yang terbaik atas petunjuk Allah SAW. Insya Allah keraguan yang ada dihati sahabat akan berganti dengan ketenangan serta mendapatkan keyakinan. Dan yakinlah, resiko masalah atas pilihan akan bisa diperkecil.

Berusahalah Sahabatku, jalan masih panjang untukmu, semoga berhasil.

Proudly Support For
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Earth Hour - Proudly Committed
File Beranda
My Popularity (by popuri.us)
online counter
Tamu Beranda
Counter Powered by  RedCounter