Belajar Menulis

1

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 13-08-2008

Jalan itu terlihat remang, cahaya pucat rembulan yang menerobos dari celah-celah daun pepohonan tidak sanggup mencapai permukaan jalan. Meski demikian cahaya itu masih bisa memantulkan bayangan butir-butir air yang disisakan oleh hujan ketika malam menjelang.

Udara terasa dingin menusuk tulang, padahal malam masih belum larut. Mungkin karena kabut kelabu yang melayang rendah membawa turun semua kebekuan dilangit. Jarak pandang terbatas karenanya. Ada simpangan pada jalan tetapi tidak jelas terlihat, semakin buram dan akhirnya menjadi gelap pekat. Tidak bisa diketahui ujungnya dan apa yang ada disana.

Bayangan hitam yang lahir dari siluet pohon-pohon ditepi jalan itu bergerak pelan, seperti barisan mahluk-mahluk aneh yang menari dalam gerak lamban dibalik sebuah tirai dengan latar belakang sebuah pelita kecil.

Langkah terasa berat, untuk kembalipun tidak mungkin, jalan dibelakang ternyata lebih gelap.

(Manusia biasa…Gimana yang ini…ketangkap atau nggak suasananya? Need your comment!)

Simulasi Kematian

0

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 11-06-2008

Pernahkah?
Berbaring diam tanpa berkata apa-apa. Merasakan ada sesuatu yang terjadi didalam tubuh. Sesuatu yang menyebabkan syaraf otak menyampaikan informasi tentang rasa nyeri yang luar biasa. Tubuh merespon, sehingga suhu badan meningkat. Sesuatu didalam terasa panas perih mengiris-iris, kerongkongan kering, denyut keras dibelakang kepala berdentang-dentang,terasa membelah kepala. Sungguh suatu harmoni rasa nyeri yang teratur sangat rapi.

Pernahkah?
Merasakan malaikat kematian terasa menjadi sangat dekat. Degup jantung menjadi lebih cepat, tubuh yang kering menjadi berkeringat. Ruang disekitar menjadi dingin membeku. Ajal seakan ada di ubun-ubun. Menyentuh ujung-ujung kaki.

Pernahkah?
Ketika mulut terasa kaku..semua dosa tergambar lagi.. kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan terputar kembali di kelopak mata. Hanya pasrah yang bisa dilakukan, jauh dilubuk hati, ketakutan muncul,akankah Yang Kuasa memudahkan. Semua doa yang ada dikepala terucap serabutan, menyebut Nama-Nya, batin menghiba, memohon ampun pada-Nya.

Pernahkah?
Setelah semua berlalu, hanya simulasi yang diberikan Nya. Masih diberikan-Nya kesempatan. Entah kapan, kejadian sebenarnya datang dan tidak pernah ada lagi kesempatan yang lain.

Wise Beb Said To Me

0

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 29-05-2008

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

Apabila Tuhan mengatakan YA, maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta

Apabila Tuhan mengatakan TIDAK, maka kita akan mendapatkan yang lebih baik dari yang kita minta

Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU, maka kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai kehendak-NYA

Dari Pilgub menjadi pilgud (Feel Good)

0

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 26-05-2008

Hari ini mestinya jadi hari bersejarah bagi Kalimantan Timur, setelah sejak beberapa bulan yang lalu proses penentuan calon gubernur, kampanye dan hari pemilihan, hari ini.

Pulang dari TPS, Ega menyambut saya dengan pertanyaan…tadi ke TPS ya? tadi yang dicoblos siapa? Saya tertawa dan menjawab sekenanya…rahasia. Seketika Ega protes..kok rahasia? Masak begitu aja rahasia? Sekali lagi saya hanya bisa menanggapi sikap protes Ega dengan tertawa. Sampai akhirnya Ega, diam dan melupakan pertanyaannya.

Sesungguhnya pertanyaan anak saya membuat saya merenung dan berpikir, Ega memang benar, kenapa harus dirahasiakan, apakah karena saya sendiri ragu atas calon gubernur yang saya pilih, ketika berada di bilik suara. Atau karena memang tidak 100 % yakin dengan apa yang saya pilih?

Berangkat ke TPS dengan keyakinan bahwa saya menjalankan hak sebagai warga Kalimantan Timur dan memberikan suara dalam pemilihan gubernur berarti mempunyai harapan untuk masa depan Kaltim sekaligus juga menghargai diri sendiri.
Menentukan pilihan siapa yang harus dicoblos, tentu saja bukan hal yang mudah, terutama bagi masyarakat umum yang bukan orang politik. Kita pasti tidak ingin orang yang kita pilih pada saatnya nanti ternyata tidak konsekuen dengan janji-janji yang diucapkan disaat kampanye. Setidaknya perasaan takut itu adalah bentuk tanggung jawab atas apa yang menjadi pilihan.

Membaca ulasan-ulasan para pengamat dikoran tentang para calon, hanya membuat bingung, program-program kerja yang disodorkan oleh para calon semuanya hampir sama, jika ada perbedaan, itu hanya karena kemasannya yang berbeda, cara menyampaikannya yang berbeda, strategi pemasarannya yang berbeda bahkan program kerja terasa sangat muluk sehingga sulit untuk dicapai.

Tetapi hari untuk memilih telah tiba, pilihan harus ditetapkan dan suara harus diberikan. Mencoba berpikir positip, semua calon mempunyai niat yang mulia, program kerja meskipun terlalu muluk, tetapi bukan tidak mungkin untuk bisa diwujudkan, semuanya dituntut kerja keras dan kerja sama semua pihak, kemampuan memimpin juga bisa dinilai dari tingkat keberhasilan sebelumnya karena tiga dari empat calon yang ada mempunyai pengalaman sebagai bupati/walikota. Partai politik yang mengusung sang calon juga boleh untuk jadi acuan.

Dengan membaca Bismillah, harapannya tentu saja adalah siapapun orangnya, semoga yang terpilih nanti bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Dan mampu membawa Kaltim menjadi lebih baik dan juga mampu mensejahterakan masyarakatnya. Pokoknya dari pilgub menjadi pilgud…(feel good)

Kembali lagi kepada pertanyaan Ega, tadi mencoblos siapa, jawabannya tentu saja…….itu rahasia.

Tanda cinta Allah SWT

2

Posted by | Posted in My Feature | Posted on 23-05-2008

Yang namanya memperjuangkan kehidupan memang tidak pernah ada ujungnya
kadang terasa lelah, jemu dan ingin berhenti sehingga tidak perlu melakukan apa-apa
tapi itulah hidup
selalu ingin terus dan terus
karena diantara keharusan untuk terus berjuang
telah Allah sediakan waktu untuk istirahat sejenak… dalam lima waktu berkomunikasi pada-NYA..meletakkan diri pada posisi nol tak bermakna
disitulah recharge untuk kekuatan terjadi…
tanda kecintaan Allah SWT kepada umatnya.