bagaimana dengan waktu
menurutmu
padahal sang malam telah berada diujungnya
embun pun mulai larut turun bersama debu yang mengendap
takluk pada gravitasi dan lekang dalam lingkar jemari kegelapan
bagaimana dengan waktu
menurutmu
padahal sang malam telah berada diujungnya
embun pun mulai larut turun bersama debu yang mengendap
takluk pada gravitasi dan lekang dalam lingkar jemari kegelapan
Apa yang kau cari Usup Supriyadi
Diantara rimba belantara maya
Tiada jemu menari dalam riang tutur kata
Waktu meretas detik hingga menit berputar tak berujung
Mengayun langkah satu satu
Aku tahu itu tak akan pernah kelu
Apa yang kau cari Usup Supriyadi
Ketika ilalang di padang tiada gemulai
Hembus bayu entah dimana
Gersang dalam gigitan kebisuan
Kemanakah bahasa
Dimanakah eja sembunyikan bisik hati
Hanya menatap berlalu dalam diam
Namun aku tahu buncah hatimu
Apa yang kau cari Usup Supriyadi
Tahukah kau
risaumu tak diharap dan jangan pernah meragu
semesta inspirasi tak henti dalam nyanyiannya
mengalun bunga simphoni
bersemi silih berganti
Apa yang kau cari Usup Supriyadi
Diantara rimba belantara maya
Meski hanya citra tak nyata
Inilah dunia tempat kita bisa menjadi segala
***
*puisi ini dipersembahkan untuk Usup Supriyadi, dalam rangka Menulis Puisi “Kepada Usup Supriyadi”