Posted by Lyna Riyanto | Posted in Self Management | Posted on 24-03-2010
Baru-baru ini saya dapat teman baru, namanya Mbak Artika, wanita cantik kelahiran Bali dan besar di bumi Parahiyangan, umurnya beberapa tahun dibawah saya. Dia bercerita sudah berkeluarga , mengaku baru pindah tempat kerja, karena masa kontrak dari tempat bekerjanya yang lama telah selesai.
Walaupun sebelumnya sudah pernah bekerja , tetap saja dia merasa proses adaptasi di tempat kerja yang baru ini cukup berat untuk dilalui. Meski atasan menerima dan memperlakukannya dengan baik, ada saja karyawan yang bersikap kurang menyenangkan, begitu katanya.
Situasi seperti yang dihadapi Mbak Artika, tentunya biasa dirasakan oleh seorang pegawai baru, dari sedikit pembicaraan kami ada beberapa point yang menurut saya sangat berguna untuk kesuksesan seorang pegawai baru, yang ingin saya bagi diposting ini. Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in Self Management | Posted on 15-02-2010
Anda pernah kehilangan ? Bukan kehilangan sesuatu benda atau barang. Tapi kehilangan seseorang. Karena kehilangan seseorang bisa menjadi frustrasi dan merasa tidak punya arah. Gamang, takut dan akhirnya ragu untuk memulai sebuah hubungan kembali.
Kehilangan bisa karena tidak ada lagi keselarasan, karena pengkhianatan atau karena kematian. Apapun penyebabnya yang dirasakan pastilah sama.
Ditengah kegalauan hati dan merosotnya semangat hidup,anda mungkin berusaha untuk tegak berdiri, mencoba untuk terus berjalan meski langkah tertatih.
Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article, Self Management | Posted on 22-11-2009

Suatu hari, saat jam istirahat siang, seorang teman mampir ke ruang kerja saya dan menceritakan masalah yang dihadapinya dengan seorang staf senior. Teman saya ini memang baru beberapa minggu mendapatkan promosi kenaikan jabatan. Dia memang masih muda, namun kariernya berjalan dengan baik, boleh dibilang cukup cepat, siang itu saya memandang wajahnya yang terlihat lelah dengan sedikit legam karena matahari.
”Dari lapangan, nge-check sumber air baru, kemungkinan akan kita ambil alih” katanya. Dia terus bercerita dengan bersemangat tentang apa yang telah dilakukannya, sepertinya masalahnya dengan staf senior tadi telah dilupakannya.
”jadi gimana dengan Pak Senior (kita sebut saja begitu ya biar gampang)?” saya bertanya sambil tersenyum. Sejenak kami berada dalam sebuah diskusi tentang bagaimana menghadapi staf atau rekan kerja senior yang cenderung menunjukkan sikap tidak kooperatif.
Read the rest of this entry »