Ini Ramadhan Terakhir Kita

13

Posted by | Posted in Tantangan Noto | Posted on 01-09-2009

Tidak terasa kita telah memasuki Ramadhan pada hari yang ke 16, sepuluh hari yang pertama telah kita lalui. Saat ini kita berada pada sepuluh hari yang kedua, insya Allah selanjutnya bisa berada pada kesepuluh hari yang ketiga.

Ramdahan Zero DefectDi dalam sebuah Hadist diriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda, “huwa saharun awwalahu rahmatun, wa aswatuhu maghfiratun, wa akhiruhu idhkum-minannaar, yang artinya, “Sepuluh hari pertama Ramadan membawa rahmat Illahi, sepuluh hari kedua pengampunan segala dosa, dan sepuluh hari terakhir adalah terhindar dari api neraka.’

Saat di dalam Ramadhan , dimana Allah ‘Azza Wa Jalla menebarkan rahmat yang sebanyak-banyak bagi umat telah lewat, dan tidak akan bisa kita ulang kembali. Sepuluh hari kemarin apakah telah kita manfaatkan dengan baik atau berlalu begitu saja dengan lapar dan haus yang kita rasakan karena berpuasa.

Allah memuliakan bulan Ramadhan melebihi sebelas bulan yang lainnya. Seluruh ibadah wajib dilipat gandakan nilai amalnya puluhan kali lipat, sementara ibadah sunat dinilai sama dengan ibadah wajib pada bulan yang lain, sungguh besar kasih sayang yang Allah berikan dibulan ini, semua doa yang diminta umat-Nya akan dikabulkan Allah bahkan tidurnya orang berpuasapun adalah ibadah disisi Allah.

Kadang nafsu dan keangkuhan manusiawi kita berkata “ jika tidak bisa dengan baik ditahun ini, maka saya akan lebih baik di Ramadhan tahun depan” . Tentu saja sikap positip dan yakin akan kemudahan dimasa yang akan datang, wajib ada didalam hati, tetapi kita tidak pernah tahu kapan sang waktu akan berakhir untuk kita. Setiap detik Sang Malaikat Maut bisa saja berkunjung dan menjemput kita kembali keharibaan Illahi. Kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi beberapa saat nanti, apalagi pada tahun yang akan datang.

Setiap malam dibulan Ramadhan, di masjid-masjid selalu ada kerabat yang bersedekah dan berinfak seraya meminta di bacakan doa arwah untuk sanak keluarga yang telah meninggal dunia, seluruh jamaah mengaminkan dan turut mendoakan bagi almarhum, setiap malam saya berpikir “ Yaa Allah, bukan tidak mungkin pada Ramadhan tahun depan nama saya yang akan disebut dan dikirimi doa oleh keluarga dan diaminkan oleh seluruh jamaah”

Seandainya kita semua berpikir bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang terakhir tentu tidak ada satu haripun didalamnya yang akan kita lewatkan begitu saya tanpa diisi dengan ibadah dan hal-hal yang baik.

Ramadhan tersisa 14 hari lagi, semoga sisa hari ini masih menjadi milik kita, semoga kita masih diberikan kekuatan dan semangat untuk terus berusaha meraih keutamaannya. Allah SWT telah menjanjikan surga bagi umat-Nya yang ikhlas beribadah pada bulan mulia ini.

Semua doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Memintalah kepada Allah, menangis memohon keridoan-Nya. Jika saat ini kita sedang sakit yakinlah dengan doa Allah akan menyembuhkan, jika sedang mengalami masalah rumah tangga memohonlah agar bisa diselesaikan dan kembali dalam kebahagiaan keluarga, jika sedang menghadapi masalah keuangan, himpitan hutang, menangislah kepada Allah agar dilapangkan dan diberikan jalan keluar. Jika sedang menghadapi amanah dan pekerjaan yang berat, berdoalah kepada-Nya maka kekuatan Allah akan memudahkan jalan didepan kita. Doakanlah Ayah Ibu, anak-anak kita, kerabat keluarga, teman dan sahabat agar selalu selamat dalam lindungan-Nya.

Agar Ramadhan yang mungkin menjadi Ramadhan terakhir ini, bisa menjadi milik kita sebenarnya. Amiin Allahuma Amin.

Pahala Shalat Tarawih

25

Posted by | Posted in Tantangan Noto | Posted on 25-08-2009

Ada kalimat menarik yang dituliskan oleh seorang sahabat mengenai tarawih. Kalimatnya dalam bahasa Sunda, dengan kata-kata yang mempunyai rima sehingga menjadi menarik ketika diucapkan, untuk menterjemahkannya sebenarnya saya tidak bisa, tetapi dari penjelasan yang saya terima, kalimat ini sebenarnya mempunyai makna sindiran tentang prilaku kita sebagi umat muslim.

Kalimatnya seperti ini :

1. Taraweh

2. Tarasawareh

3. Tara Weh

Katanya artinya kurang lebih begini, yang pertama Tarawih, yang kedua Tarasawareh artinya kadang-kadang, jadi sholat tarawihnya kadang iya, kadang tidak. Yang ketiga Tara Weh, maksudnya sama sekali tidak pernah tarawih, karena habis berbuka biasanya malah mengantuk.

Saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang keutamaan Shalat Tarawih dibulan Ramadhan, tentang sebuah Hadist Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam, dalam Kitab Durratun Nasihin yang disusun oleh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyyi yang telah diterjemahkan oleh Abdullah Shonhadji Ali bin Abi Thalib Ra, berkata, bahwa pada suatu waktu Nabi Muhammad SAW ditanya tentang keutamaan Shalat Tarawih di bulan Ramadhan bagi orang yang melakukannya karena Allah SWT, maka beliau bersabda :

Malam ke 1 : Orang mukmin terlepas dari dosanya pada permulaan malam, bersih seperti hari dia dilahirkan dari kandungan ibunya.

Malam ke 2 : dia diampuni dan juga kedua orang tuanya apabila keduanya mukmin

Malam ke 3 : Seorang malaikat akan mengudang dari bawah Arsy : “mulailah bekerja maka Allah mengampuni dosamu yang telah lalu

Malam ke 4 : baginya pahala sebanyak pahala membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran

Malam ke 5 : Allah memberi pahala kepadanya seperti pahalaorang yang mengerjakan sholat di Masjidil Haram, Masjidil Madinah dan Masjidil Aqshaa.

Malam ke 6 : Allah memberi pahala baginya seperti pahala orang yang thawaf di Baitil Ma’mur dan memohonkan ampun untuknya semua batu dan tanah liat keras

Malam ke 7 : Seakan dia bertemu Nabi Musa As. dan membantunya memerangi Fir’aun dan Haaman

Malam ke 8 : Allah memberikan kepadanya seperti apa yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim As

Malam ke 9 : Seakan dia telah mengerjakan ibadah seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW

Malam ke 10 : Allah memberikan rizqi kepadanya kebaikan didunia dan diakhirat

Malam ke 11 : Dia akan keluar dari dunia (mati) seperti dia dilahirkan dari kandungan ibunya

Malam ke 12 : pada saat hari qiyamat wajahnya akan indah seperti bulan purnama

Malam ke 13 : pada saat hari qiyamat dia akan selamat aman dari segala resiko

Malam ke 14 : para malaikat datang bersaksi bahwa dia telah sungguh-sungguh mengerjakan shalat tarawih sehingga Allah SWT tidak akan menghisabnya dihari qiyamat

Malam ke 15: para malaikat dan para pembawa “Arsy dan kursi memohonkan tambahnya kebaikan untuknya

Malam ke 16 : Allah SWT mencatat dia bebas dari neraka dan bebas masuk surga

Malam ke 17 : diberikan pahala sebanyak pahala para nabi

Malam ke 18 : Seorang malaikat mengundangnya ” Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridho padamu dan kepada kedua orang tuamu

Malam ke 19 : Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus

Malam ke 20 : Diberikan pahala sebanyak pahala para syuhada dan shalihiin

Malam ke 21 : Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya di surga

Malam ke 22 : pada saat hari qimayat datang maka dia akan terbebas dari perasaan susah dan duka

Malam ke 23 : Allah membangunkan baginya sebuah kota di surga

Malam ke 24 : Baginya dua puluh empat doa yang dikabulkan

Malam ke 25 : Allah akan menghapuskan siksa kubur dari padanya

Malam ke 26 : Allah meningkatkan baginya pahala selama 40 tahun

Malam ke 27 : pada hari qiyamat dia melewati jembatan Shirathal Mustaqiim dengan mudah lagi cepat laksana halilintar menyambar

Malam ke 28 : Allah mengangkat seribu derajat baginya di dalam surga

Malam ke 29 : Allah memberikanya pahala seribu ibadah haji yang diterima

Malam ke 30 : Allah berfirman : “Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar, Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku”

Demikianlah betapa besar pahala dan keutamaan yang akan kita dapatkan apabila menjalankan ibadah Shalat Tarawih semata-mata karena mengharap keridhaan Allah SWT.

Semoga dengan mengetahui hal ini, akan menjadi bersemangat untuk berpuasa dan shalat tarawih, karena bukan tidak mungkin Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir buat kita.

Membuktikan Cinta

23

Posted by | Posted in Tantangan Noto | Posted on 27-05-2009

Sudah dua bulan ini, Si Adek mendapat pengasuh yang baru, seorang gadis berumur 19 tahun tamat dari Madrasah Aliyah. Gadis yang baik, lembut dan Si Adek cepat sekali bisa dekat dengannya. Saya seperti mendapatkan seorang anak lagi, selain Ega dan Adek.

Disaat senggang, ada waktu kami saling bertukar cerita, sambil menemani Si Adek bermain. Layaknya seorang gadis seumur dia, yang menarik untuk dibicarakan adalah seputar cowok. Terkadang ceritanya menjadi sangat lucu dan kadang terdengar begitu naif. Semua menjadi begitu indah dan seakan karena rasa cintanya itu, tidak ada hal yang sulit baginya untuk dihadapi.

Lain hal dengan anak saya yang satu lagi, bercerita tentang pacarnya yang cantik, dan karena cintanya dia rela merubah kebiasaan, biasanya pakai baju sesukanya, jeans belel dan robek dilutut yang menjadi seragam wajibnya, kini ditinggalkan dan mulai tampil rapi, semua untuk membuat pacar senang. Membicarakan sang pacar, seakan tidak pernah kehabisan kisah. Kehidupannya seakan terpusat padanya, pacar tidak balas sms atau tidak menerima telponnya bisa membuatnya bete seharian.

Mungkin kita semua sudah mengalami bagaimana rasanya cinta, semua menjadi indah, semua menjadi hidup. Orang yang kita cintai, seakan mampu memberikan semangat yang tidak pernah habis.

Disaat hati dirundung duka maka orang yang kita cintai akan menjadi tempat pertama sebagai tempat berbagi, mencurahkan seluruh kegalauan hati kita. Dan kemudian, walaupun hanya satu kata yang diberikannya maka itu akan menjadi sebuah kalimat bijaksana yang panjang, yang mampu menenang hati dan mengembalikan semua energi, mengembalikan harapan dan menunjukkan jalan keluar bagi masalah kita.

Hanya mengingat dan menyebutkan nama orang yang kita cintai mampu membuat kita tersenyum bahagia dan membuat satu hari yang paling buruk sekalipun berubah menjadi hari yang menyenangkan.

Apa saja akan kita lakukan untuk orang yang kita cintai, karena cinta seorang bapak yang sedang sakit mampu berangkat bekerja agar bisa memberikan nafkah untuk keluarganya.

Karena cinta, seorang ibu akan rela bangun ditengah malam untuk menyusui bayinya, menggendongnya dalam pelukan hingga pagi, walaupun harus menahan kantuk.

Bagaimana dengan cinta kita kepada Sang Khalik? Seberapa besarkah rasa cinta kita? Sekeras apa upaya kita untuk membuktikan rasa cinta kita? Sekuat apa kita merusaha untuk membuat Allah senang?

Ketika panggilan Allah datang, kita selalu mengulur waktu, kita lebih mengutamakan pekerjaan, masih sibuk meneruskan kegiatan yang kita sukai, dilapangan futsal,di mall, memandang monitor komputer, tidak rela menghentikan game yang sedang kita mainkan. Padahal hanya meluangkan waktu tidak lebih dari 10 menit untuk- Nya.

Ketika kita dilanda masalah dan kesedihan bermain dihati, kita lebih senang mencari kedamaian pada yang lain, yang hanya mampu memberikan damai yang semu, menempatkan-Nya pada nomor kesekian, curhat pada manusia, kita lebih percaya kepada orang lain untuk mengadu.

Kita lebih percaya dan tanpa malu dan ragu, memohon dan menghiba kepada boss dan pimpinan kita, mengira merekalah yang mampu merubah jalan hidup dan menentukan seluruh rezeki yang akan kita terima. Kita sering kali melupakan bahwa gerak langkah, kesehatan, kebahagiaan, kesedihan dan rezeki, semua diberikan dan diatur oleh-Nya.

Kita kadang ragu untuk menangis kepada-Nya, ragu untuk mencurahkan kegalauan hati kita kepada-Nya.

Jika kita memang mencintai-Nya, mengapa tidak kita sebut nama-Nya? Mengapa tidak kita renung keagungan-Nya, yang akan membuat kita merasa damai dan tentram, walau seberat apapun masalah yang dihadapi.

Betapa sulitnya kita untuk membuktikan cinta kepada-Nya, padahal begitu banyak kasih sayang dan kebahagiaan yang telah kita terima.

Semoga bisa menjadi renungan bersama dan saat ini mulai membuktikan cinta kita kepada – Nya.

Rindu Mekkah

21

Posted by | Posted in My Article, Tantangan Noto | Posted on 14-12-2008

Pukul 19.30 wita, hari Minggu masih juga harus ke kantor dan pulang terlambat pula. Malam telah sempurna mengiringi perjalanan kembali kerumah. Duduk terdiam di jok belakang, mata saya menatap ke balik kaca jendela, beberapa kali melintasi pintu gerbang-pintu gerbang yang telah banyak terpasang didepan rumah penduduk Tenggarong, berhias lampu warna warni dan bertuliskan “Selamat datang dari tanah suci Mekkah”. Sudah menjadi tradisi, bila tiba waktunya kepulangan jamaah haji maka keluarga yang berada di rumah akan memasang pintu gerbang didepan rumahnya untuk menyambut kedatangan anggota keluarga yang telah selesai menjalankan ibadah haji. Sebuah tanda kebahagian dan kegembiraan dan ucapan syukur kepada Allah SWT. Read the rest of this entry »