Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 16-12-2011
“Ngeblog Aja…. ”
Itu kalimat yang dilontarkan suami saya ketika saya curhat karena merasa kekosongan dari kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis.
“Ngeblog Aja…. ”
Itu kalimat yang dilontarkan suami saya ketika saya curhat karena merasa kekosongan dari kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis.
Dalam rangka ingin sehat ceritanya nih, tapi malas mengerjakan sendiri, jadilah keinginan minum jus melon terpenuhi dengan membeli, cepat dan siap disantap.
Depan gang seberang jalan ada sebuah salon, kalau malam berubah fungsi terasnya menjadi tempat berjualan jus buah aneka rasa, pisang keju dan pangsit goreng aneka isi.
Sambil duduk menunggu pesanan Jus Melon saya selesai, iseng-iseng membaca majalah lama yang ada di salon. Ketemu artikel tentang obesitas, ada yang menarik yang saya baca yaitu bagaimana mengukur apakah seseorang termasuk kelebihan berat badan (obesitas) ataukah tidak.
Tadi malam sekitar jam 22.00 wita peristiwa Gerhana Bulan kembali terjadi. Saya menyaksikannya bersama adik dan keponakan di teras rumah kami.
Cuaca memang tidak terlalu cerah apalagi sore sebelumnya turun hujan, tetapi citra rembulan malam tadi terlihat cukup jelas.
Jembatan Kutai Kartanegara yang menjadi landmark sekaligus ikon megah Kabupaten Kutai Kartanegara kemarin tanggal 26 November 2011 telah runtuh.
Jembatan dengan panjang kurang lebih 710 meter yang menghubungkan Kota Tenggarong dengan Kota Tenggarong Seberang ini dibangun mulai tahun 2001 dan selesai pada tahun 2003 (sumber Wikipedia) ambruk sekitar pukul 16.20 Wita.
Dilaporkan bahwa sejak pagi telah diadakan perbaikan dan perawatan terhadap jembatan tersebut. Proses perbaikan ini membuat lalu lintas yang melintasi jembatan mengalami gangguan dan sempat terjadi antrian.
Hingga tulisan ini dibuat telah dipastikan jumlah korban luka dan meninggal dunia serta masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarga yang diperkirakan menjadi korban dalam musibah ini terus melapor ke Posko Evakuasi Korban yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Berikut daftar nama korban musibah runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara.Data ini berasal dari Humas Rumash Sakit AM. Parikesit Tenggarong
Korban Meninggal Dunia
1. Agus (25 tahun ) warga Jalan Danau Aji
2. Fairus (19 tahun) warga Jalan Danau Aji
3. Bayi Alicia (1,6 ) warga Loa Kulu
4. Mr. X
Korban luka yang berada di Rumah Sakit AM. Parikesit
1. Rosalina (Samarinda)
2. Adam Nur (Melak)
3. M. Ramdani (Gunung Jati)
4. Monica (Samarinda)
5. Rian (Balikpapan)
6. M. Khaidir (Kota Bangun)
7. Aji Titin R (Loa Kulu)
8. Yaya H (Tenggarong Seberang)
9. Masrudin (Samarinda)
10. Ema (Tenggarong)
11. Ruri (Jakarta)
12. Syahrani (Tenggarong)
13. Nursiyah (Tenggarong Seberang)
14. Dani (Kota Bangun)
15. Jamal (Tenggarong)
16. Sandi Aulia (Tenggarong)
17. Yusuf (Kota Bangun)
18. Nita (Tenggarong)
19. Syofian Hasyim (Tenggarong Seberang)
20. Rian
21. Putra
Pagi ini proses evakuasi dan pencarian korban kembali dilanjutkan setelah tadi malam dihentikan karena pertimbangan bahaya yang akan dihadapi oleh tim penyelamat akibat arus air sungai Mahakam dan naiknya tinggi muka air sungai Mahakam.
Suatu saat terjadi dialog antara orang kaya dari Kota Bangun (nama sebuah kecamatan di Kutai Kartanegara) dengan seorang tukang bangunan dari Kota Blitar.
Si Tukang Bangunan telah mendapat order untuk mengerjakan sebuah bangunan yang telah diorder sesuai keinginan yang dikehendaki sang orang kaya Kota Bangun itu, ketika tengah hari, waktu istirahat sang tukang yang terdiri dari beberapa orang dari Kota Blitar, berkata kepada Sang Orang Kaya.