Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Indonesia | Posted on 25-02-2011
Kalau saya ditanya bagaimana perasaan saya terhadap pemerintah negeri Indonesia kita yang tercinta ini, jujur saja saya sudah hampir kehilangan rasa. Dulu mungkin masih ada rasa marah, kecewa dan kesedihan, tapi sekarang rasanya sudah campur aduk. Tidak jelas lagi bentuknya.
Tapi jika ditanya apakah saya bangga kepada tanah tumpah darah kita tentu saja jawabannya sangat bangga dan akan terus bangga hingga akhir hayat dikandung badan.
Masih ingat khan tentang posting berjudul Indonesiaku, kali ini saya menerima lagi sebuah tulisan yang dikirim oleh sahabat saya seorang pencinta Koes Plus, seorang sejawat karena kami sama-sama tukang ledeng. Beliau meminta saya untuk memposting tulisan tersebut di Beranda Hati.
Sebuah tulisan yang menyadarkan kita bahwa betapa istimewanya Indonesia, unik dengan segala kelebihan dan kekayaannya.
Tetapi hamparan gambar keistimewaan itu justru bertepian kepada realita kesengsaraan sebagian besar masyarakatnya dan ketidak adilan atas kebermanfaatan semua sumber daya yang kita miliki itu.
Bagaimana keseluruhan tulisannya? Inilah INDONESIA-KU Bagian II

Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 16-05-2010
Awalnya saya hanya pemperhatikan sekilas ketika keponakan saya mengajak putra bungsu kami ke Planetarium Jagad Raya (biarpun kota kecil, Tenggarong punya planetarium juga lho.. ) Katanya malam ini akan ada Gerhana Venus.
Tapi ketika mereka berdua berteriak heboh di teras, saya jadi tertarik untuk ikut melihat, ternyata proses Gerhana Venus sedang berlangsung.
Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Green Page | Posted on 16-04-2010
Ini adalah kilas balik ketika dirumah kami ikut mendukung program Earth Hour, salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, berupa inisiatif global yang mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah dan sektor publik lainnya untuk mematikan lampu dalam 1 jam, pada hari Sabtu tanggal 27 Maret 2010 pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat.
Satu jam mematikan lampu dirumah mungkin tidak akan berpengaruh besar tapi dari kampanye ini diharapkan pemahaman khalayak untuk mengurangi pemakaian listrik bisa semakin luas dan target effisiensi energi ini bisa terus berlanjut hingga akhir kampanye.
Read the rest of this entry »