Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 11-12-2011
Tadi malam sekitar jam 22.00 wita peristiwa Gerhana Bulan kembali terjadi. Saya menyaksikannya bersama adik dan keponakan di teras rumah kami.
Cuaca memang tidak terlalu cerah apalagi sore sebelumnya turun hujan, tetapi citra rembulan malam tadi terlihat cukup jelas.

Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 13-09-2011
Ketika bertemu dengan Kaka Akin dalam acara kopdar hari minggu lalu, kalau tidak salah tiga kali Kaka Akin meminta saya untuk ikut dalam event giveaway yang beliau adakan yaitu Berbagi Cerita Tentang Sarung. Dan saya berjanji ikut memeriahkan acara ini.
Kenangan dan pengalaman yang berhubungan dengan sarung? Seingat saya banyak sekali. Seperti semua orang pasti punya sarung dirumah, sejak kecil hingga tua begini sarung jadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dan untuk acara Kaka Akin bukan hanya kenangan khusus yang ingin saya ceritakan tetapi juga tentang peranan sarung dalam budaya masyarakat Kutai.

Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Article | Posted on 12-03-2011

Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan Indonesia adalah forum pertemuan atau tempat kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi dan pengalaman antara para petani-nelayan dan hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah sehingga dapat membangkitkan semangat, tanggungjawab, serta kemandirian bagi petani-nelayan dan hutan sebagai pelaku utama Pembangunan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Penas Petani Nelayan Indonesia pada tahun 2011 ini adalah Penas yang ke XIII yang akan diadakan di Propinsi Kalimantan Timur dengan pelaksanaannya di pusatkan pada Kabupaten Kutai Kartenagara.
Read the rest of this entry »
Posted by Lyna Riyanto | Posted in My Feature | Posted on 03-02-2010
Waktu magrib telah berlalu, saya sedang memperhatikan si bungsu yang sedang bermain, ketika suami memberitahu bahwa ada seseorang diruang tamu menunggu saya.
Saya memandang seorang anak laki-laki yang ada didepan saya, perlu beberapa saat bagi saya untuk bisa mengingat namanya, sebelum akhirnya saya duduk didekatnya.
Wawan, namanya. Saya berusaha mengingat-ingat kapan terakhir kali saya berjumpa dengannya, bulan Ramadhan setahun yang lalu, ketika saya dan suami mengantar takjil untuk berbuka puasa ke sebuah langgar didaerah padat penduduk di tengah Kota Tenggarong. Rasanya waktu itu dia masih bocah kecil seperti yang sudah saya kenal, menyapa saya sebentar kemudian menghilang kedalam gang disamping langgar.
Read the rest of this entry »